RSS

Belajar Torah 2 Januari 2015

02 Jan

https://drive.google.com/file/d/0B0p5SnniQ6nnMkpDSk1WRTJ5dmM/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0B0p5SnniQ6nnMkpDSk1WRTJ5dmM/preview

Shabbat, 11 Tevet 5775

Kejadian 47:29-30

Kej 47:29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: “Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya tanganmu di bawah pangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,30 karena aku mau mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka.” Jawabnya: “Aku akan berbuat seperti katamu itu.”

Gen 47:29 And the time for Yisra’ĕl to die drew near, and he called his son Yosĕph and said to him, “Now if I have found favour in your eyes, please put your hand under my thigh, and show kindness and truth to me. Please do not bury me in Mitsrayim, 30 but I shall lie with my fathers, and you shall take me up out of Mitsrayim and bury me in their burial place.” And he said, “I do as you have said.”

29 וַיִּקְרְב֣וּ יְמֵֽי־יִשְׂרָאֵל֮ לָמוּת֒ וַיִּקְרָ֣א ׀ לִבְנ֣וֹ לְיוֹסֵ֗ף וַיֹּ֤אמֶר לוֹ֙ אִם־נָ֨א מָצָ֤אתִי חֵן֙ בְּעֵינֶ֔יךָ שִֽׂים־נָ֥א יָדְךָ֖ תַּ֣חַת יְרֵכִ֑י וְעָשִׂ֤יתָ עִמָּדִי֙ חֶ֣סֶד וֶאֱמֶ֔ת אַל־נָ֥א תִקְבְּרֵ֖נִי בְּמִצְרָֽיִם׃ 30 וְשָֽׁכַבְתִּי֙ עִם־אֲבֹתַ֔י וּנְשָׂאתַ֙נִי֙ מִמִּצְרַ֔יִם וּקְבַרְתַּ֖נִי בִּקְבֻרָתָ֑ם וַיֹּאמַ֕ר אָנֹכִ֖י אֶֽעֱשֶׂ֥ה כִדְבָרֶֽךָ׃ 31 וַיֹּ֗אמֶר הִשָּֽׁבְעָה֙ לִ֔י וַיִּשָּׁבַ֖ע ל֑וֹ וַיִּשְׁתַּ֥חוּ יִשְׂרָאֵ֖ל עַל־רֹ֥אשׁ הַמִּטָּֽה׃ פ

Yaakov merasa waktu kematiannya sudah dekat dan seperti tradisi para leluhurnya, dia mengumpulkan seluruh keturunannya dan memberikan kepada mereka nasehat-nasehat dan wasiat imannya. Salah satu wasiat imannya yang penting adalah berkaitan dengan penguburannya. Dia tidak mau dikubur di Mesir, tempat di mana dia belasan tahun menikmati kesejahteraan dan pemeliharaan Tuhan. Wasiat ini diberikan dengan cara yang luar biasa, yaitu bersumpah. Yosef diminta Yaakov untuk bersumpah, dan sumpah ini adalah juga sumpah yang khusus, mengapa? Sebab sumpah itu dilakukan dengan cara meletakkan tangan di bawah pangkal paha. Istilah “pangkal paha” mengingatkan kita akan peristiwa titik nadir yang dialami Yaakov, yaitu dia ketakutan luar biasa akan kematian. Bayang-bayang Esau di depannya membuatnya gemetar, segala akal liciknya, muslihatnya yang membuat Esau kehilangan berkat kesulungan teringat jelas di pikirannya, dia sedang membayangkan Esau sedang membawa 300 orang terlatih untuk menyongsong dan membunuhnya. Dia begitu takut akan dendam Esau kepadanya. Dia membagi rombongannya menjadi 3 bagian, yang paling depan adalah pemberian-pemberian bagi Esau, yang keduanya adalah harta sisa dan anak istrinya, lalu yang terakhir adalah dirinya sendiri. Sebuah tindakan pengecut, selaras dengan wataknya selama ini. Semestinya dia menemani anak istrinya dan siap membela mereka saat Esau bertemu mereka. Tindakannya mengisaratkan bahwa dia siap kehilangan harta dan keluarganya, namun tidak siap kehilangan hidupnya. Namun warisan iman Avraham dan Yitshaq mengajarkannya bagaimana bergumul dengan Tuhan. Bagaimana berseru kepada YHWH, Tuhan yang disembah leluhurnya supaya ia mendapat pertolongan pada waktunya. Dia paham bahwa memiliki perjanjian dg YHWH itu penting sekali. Karena itu dia ngotot, memaksa Tuhan untuk memberkatinya saat itu juga, dengan keyakinan bahwa ketika Tuhan berjanji, dia akan selamat dari tangan Esau. Ada dua cara Tuhan menjawab permintaan Yaakov, yang pertama adalah memukul pangkal pahanya sehingga dia pincang, tindakan ini memberikan makna bahwa Tuhan menghancurkan puncak kegagahan Yaakov yang selama ini diandalkannya, Dia menghancurkan satu-satunya kekuatan yang tersisa darinya. Jika hanya dia yang tersisa dia masih bisa melawan Esau sampai mati, namun ketika dia pincang dia kehilangan kesempatan untuk melawan Esau, selain meminta belas kasihannya. Tindakan ini berguna untuk menghancurkan ego Yaakov dan juga menumbuhkan belas kasihan di hati Esau supaya tidak membunuhnya. Tindakan yang kedua adalah mengganti nama Yaakov, yang semula berarti orang yang memegang tumit, sebuah istilah yang berarti pengkhianat, orang yang hanya berani main belakang, penuh akal licik, tipu muslihat. Sekarang namanya adalah Yisrael, yang berarti seorang pria yang telah melihat EL, Tuhan, dan juga bermakna seorang pria yang telah membuat EL berpaling kepadanya, mendengarkan permohonannya. Permohonan Yaakov didengar, dia tidak mati di tangan Esau, bahkan baru mati puluhan tahun kemudian di Mesir. Anak istrinya selamat, hartanya juga terus bertambah.

Bersumpah dengan meletakkan tangan di bawah pangkal paha mengingatkan Israel bahwa wasiatnya ada hubungannya dengan perjanjian waktu itu dengan Malaikat YHWH. Keselamatannya waktu itu ada hubungannya dengan janji YHWH kepada Avraham. YHWH berjanji bahwa kepada Avraham diberikan tanah Kanaan sebagai tanah pusaka. Tanah pemakaman gua makhpelah adalah tanda bagi Avraham bahwa seluruh Kanaan akan menjadi milik keturunannya. Keinginan Yaakov supaya dikuburkan di gua Makhpelah menunjukkan bahwa ia mempercayai hal yang sama seperti Avraham, Kanaan akan menjadi milik keturunannya.

Hal yang menarik berkaitan dengan ini adalah kutipan berikut, yang diambil dari kitab Keluaran 6:3,4 Dan Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub, sebagai EL Yang Mahakuasa, dan Nama-Ku YaHuWaH; bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka? 4 Dan Aku pun sudah meneguhkan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan tanah Kanaan kepada mereka, tanah pengembaraan yang telah mereka jelajahi. YHWH ternyata berjanji untuk memberikan Kanaan bukan hanya kepada keturunan Avraham, Yitshaq dan Yaakov melainkan juga Dia berjanji untuk memberikan Kanaan sebagai milik ketiganya. Ketiganya mati tanpa menerima penggenapan janji itu, karena itu hal ini memberi petunjuk bahwa suatu saat kelak mereka menerima hak milik itu. Sekarang mereka sudah mati, bagaimana mereka menerima hak milik itu? Hal ini hanya bisa dilakukan jika mereka hidup, karena itu ada petunjuk bahwa mereka pada suatu saat akan hidup kembali atau dihidupkan oleh Tuhan, bisa juga dengan kata lain, sekalipun mereka sudah mati, mereka masih hidup saat ini. Hidup fana di dunia sudah tidak mereka jalani, tetapi sekarang mereka menjalani suatu jenis hidup yang lain. Roh mereka tetap hidup sekalipun tubuh mereka sudah mati, esensi hidup manusia tidak terletak pada tubuhnya melainkan pada rohnya. Yaakov akan bersama-sama dengan para leluhurnya, mereka yang akan menerima hak milik kanaan, diapun akan menerima hak milik itu. Kematiannya tidak menghalangi dia untuk menerima hak milik itu. Dia meyakini suatu saat akan hidup kembali untuk menerima hak milik itu. 1 Orang yang erat dengan Tuhan melihat kematian sebagai perpindahan kehidupan, berpindah dari kehidupan fana yang mengenakan tubuh jasmani yang bisa mati dan mengenakan tubuh surgawi yang tidak bisa mati.

1Sanhedrin 90b, Talmud, quoting Exodus 6:4)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2015 in Doktrin/PA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: