RSS

Simbol Messianik Yudaisme pada Masa Awal Abad Masehi Ditemukan

21 Feb

Sebuah sinagoga yang berasal dari abad pertama masehi telah ditemukan di Gunung Tzion. Artifak kuno yang ditemukan banyak mengandung sebuah simbol yang saat ini banyak dipakai oleh mereka yang menyebut diri Messianic Judaism. Simbol tersebut jika terlihat sepintas merupakan penggabungan 3 logo yaitu, menorah, bintang david dan ikan, namun jika dipisahkan sendiri2 nampaknya sebenarnya hanya ada dua simbol di situ.

2 simbol utama (referensi 2):

1. Menorah, adalah simbol agama Yahudi yang dipakai sejak zaman kuno. Merupakan simbol pelita minyak yang berupa tujuh obor yang berasal dari satu tungku. Simbol ini juga muncul dalam prasasti raja2 Asyur ketika mereka mengangkut perangkat Bait Elohim ke negeri mereka. Bangsa Israel dengan mudah dikenali dengan simbol ini.

2. Ikan, merupakan simbol kekristenan yang umum dipakai pada masa penganiayaan oleh orang2 Romawi. Simbol ini banyak dipakai oleh mereka orang Kristen yang berasal dari bangsa2 Non-Yahudi

Lalu bagaimana dengan simbol bintang David?

Simbol ini sejak lama dipake yudaisme mulai abad pertengahan, sebagai simbol agama maupun politik. Namun perlu diperhatikan juga bahwa simbol hexagram juga banyak dipakai penganut mistis. Dengan demikian akan lebih aman jika hanya memakai 2 simbol: menorah dan ikan. Kedua simbol ini melambangkan bersatunya 2 golongan penyembah YHWH yang berasal dari bangsa ibrani (menorah) dan bangsa2 non-yahudi (ikan).

Efe 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.
Efe 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

YHWH menciptakan sebuah keesaan jemaat yang baru, satu manusia baru yang terbentuk oleh dua kelompok yang berbeda. Orang Yahudi dan Non-Yahudi dalam satu tubuh Messiah. Gereja2 kristen non-yahudi saat ini seakan merasa bangga karena dijadikan sebuah bangsa israel baru keturunan Abraham dan menggantikan israel lama yang merupakan keturunan jasmani dari Abraham. Namun persepsi ini telah menyebabkan pemahaman yang keliru terhadap torah dan bangsa Yahudi, dan dampak yang paling kelihatan adalah munculnya sikap yang mempertentangkan antara Torah dan hukum kasih, padahal faktanya keduanya adalah satu, hukum kasih bersumber dari torah, menghapus salah satu sama saja mengingkari keduanya. …

(update bagian ini menyusul)

Kisah Penemuan

oleh Raymond Robert Fischer

Pada hari Jumat, 5 Februari 1999, kami sedang berkumpul di rumah Ludwig Schneider, Yerusalem. Ludwig Schneider adalah seorang pria yang kuat, wajah klasik Jerman, senyum cerah, dan menusuk, mata biru langit yang menawan. Vitalitas fisik yang jelas sekalipun usianya sudah mencapai 58 tahun .

Di sini kami meneliti beragam artefak kuno dari gunung Tzion yang sangat menarik. Benda pertama yang kami amati adalah sebongkah tembikar persegi seukuran batu bata, dan tertulis di sana dalam huruf aram kuno “untuk minyak urapan dari Roh Kudus”. Terdapat juga ukiran mata ikan di sana.

Selain itu kami juga melihat botol keramik kecil, dan diduga digunakan untuk menampung minyak urapan, dan awalnya telah di atas sebuah wadah pada “dudukan untuk minyak urapan.” Kedua, seperti semua artefak, yang ditemukan di tempat yang sama, di sebuah gua yang berdekatan dengan makam kuno Raja David.

Selain itu, ditemukan sisa-sisa pilar marmer kecil, dan lain-lain, sebuah lampu minyak kecil untuk upacara dan berbagai berbagai ukuran tembikar pecahan dengan guratan simbol Yudaisme Natsarim dengan cara dicat . Semua artefak ini terukir, diembos atau dicat dengan simbol yang sama, simbol yang tersusun dari tiga-bagian dari menorah, bintang David dan ikan.

Semua potongan-potongan yang ditemukan ini tidak diragukan lagi merupakan artefak yang otentik bahkan untuk mata awam sekalipun. Bagi Reuven, seorang sejarawan yang terlatih, arkeolog, pemahat, dan seorang peneliti kawakan dari sejarah gereja mula-mula dan sejarah abad pertama pada umumnya, potongan-potongan ini jelas asli.

Akhirnya, setelah kami berdua selesai memeriksa setiap artefak, istri Ludwig menyajikan kopi Turki yang kami nikmati, sambil Ludwig bercerita kisah menarik ini:

“Pada tahun 1990,” Ludwig memulai dalam bahasa Inggris yang baik, dibumbui dengan aksen Jerman tempo dulu yang terdengar menyenangkan, “saya berkenalan dengan Oteeoos Tech, seorang biarawan Ortodoks Yunani berusia sembilan puluhan tahun yang tinggal sendiri dalam sebuah bangunan kecil berbau busuk di kota tua Yerusalem. Saya tertarik dengan biarawan kuno yang saya kunjungi beberapa kali. Aku menunggunya keluar rumah yang berudara lebih segar. Bau manusia penghuninya menghalangiku untuk menjelajahi isi bangunan tersebut.

“Suatu hari,” lanjut Ludwig, “saya percaya itu pada kunjungan ketiga, Tek Oteeoos menunjukkan sesuatu yang menakjubkan saya, beberapa artefak kuno yang telah digali di sebuah situs di gunung Tzion, di sekitar bangunan yang dikenal sebagai gereja asli yang didirikan oleh Yakobus, saudara Yesus. Fitur utama dari masing-masing bagian adalah simbol-simbol buatan tangan, baik diukir berupa lekukan ataupun dicat pada permukaannya.

“Tak perlu dikatakan, saya terpesona oleh simbol tersebut dan maknanya yang jelas. Itu jelas bagi saya bahwa Tuhan sendiri telah menunjukkan ke hadapanku sebuah kesaksian kuno yang terlupakan, yang menginformasikan dunia tentang akar sejati Gereja.

“Dalam beberapa kunjungan berikutnya, biarawan tua itu akhirnya memikat saya untuk mengunjungi isi bangunan berbau busuk itu. Untuk pertama kalinya saya melihat koleksi sekitar 30 sampai 40 artefak yang indah dalam beragam potongan, semua mengandung simbol tersebut. Saat aku menatap seluruh harta ini dengan kekaguman besar, tuan rumah memilih dengan cermat delapan dari potongan-potongan yang ia miliki yang mana dalam kunjungan berikutnya, diberikan kepada saya sebagai hadiah. Dengan gembira saya mengambil foto delapan artefak yang telah diberikan kepada saya.

“Tapi hadiah yang lebih besar telah menanti dari sang utusan Tuhan ini.Selama kunjungan berikutnya, setelah ia, seperti biasa, melahap hadiah cokelat dari saya, ia membawa saya ke situs penggalian terdekat di mana ia sendiri telah menggali seluruh koleksinya. Tempat ini khusus adalah mikva Yahudi (kolam pembaptisan) berusia sangat tua yang terletak dekat Makam Raja David.

“Setelah kami memanjat sebuah pagar yang dibangun ala kadarnya, orang tua itu membawaku menyusuri tujuh anak tangga “kosmik” menuju tempat yang digunakan untuk upacara pembaptisan. Kami terus melewati tempat ini, dan memasuki sebuah katakombe yang melanjutkan ke sebuah tempat dengan pencahayaan yang mulai memudar. Tidak lama kemudian, tepat sebelum tikungan pertama, teman biarawan saya yang dermawan itu dengan gembira menunjukkan sebuah hadiah khusus kepada saya pada salah satu dinding, ukiran sempurna dari simbol Messianik Yudaisme.

“Dalam kegembiraan luar biasa, saya bergegas kembali ke pemimpin biara untuk melaporkan menemukan ini. Aku terkejut oleh tanggapan yang saya terima. Mereka menolak saya, menolak untuk menjawab pertanyaan saya tentang “Simbol itu” dan mengunci gerbang Biara, membiarkan saya termangu di luarnya.

“Saya terpukau oleh pentingnya arti penemuan ini, dan maknanya bagi Gereja dan seluruh dunia,” lanjut Ludwig, “dan saya bertekad dengan keyakinan, bahwa saya harus membawa artefak ini untuk meminta perhatian dari Museum Israel, sehingga mereka , pada gilirannya, bisa menyebarluaskan pesan yang luar biasa ini kepada dunia. Jadi, aku menelepon kurator museum dan membuat janji bertemu.

“Kurator museum sangat ramah menanggapi saya. Saya diantar ke kantornya , gambar-gambar dari delapan potongan itu ia diperiksa dengan hati-hati dan dipelajarinya sungguh-sungguh. Kemudian dia mengatakan kepada saya, masalah terus terang bahwa museum telah memiliki artefak lainnya dengan simbol yang sama yang telah diterima dari sumber lain yang tidak bisa ia sebutkan. Kurator itu meyakinkan saya bahwa museum memiliki rencana resmi untuk memamerkan artefak khusus dengan simbol unik ini, dan bahwa mereka akan membuat pengumuman mengenai mereka ke wartawan dalam waktu dekat. Itu terjadi tahun 1990. Dan sejujurnya, saya tidak terkejut bahwa artefak tersebut-sejauh yang saya tahu, tidak pernah muncul ke media. Pejabat Israel, mungkin takut dengan apa yang dunia mungkin berpikir jika kebenaran ini terungkap: gereja mula-mula adalah orang Yahudi, dan orang-orang percaya mula2 dalam Yesus adalah orang2 Yahudi.

“Anda tidak bisa membayangkan rasa frustrasi saya oleh tekanan ini, bahkan lebih lagi, kesedihan saya bertambah2 ketika saya kembali untuk kunjungan berikutnya kepada kawan dermawan saya Tek Oteeoos, sambil menangis, saya baru tahu bahwa ia telah meninggal, dan terlepas dari janji sebelumnya bahwa sisa potongan-potongan itu akan menjadi milikku, tempat tinggalnya telah benar-benar dikosongkan, dan semua harta yang tersisa telah menghilang.

“Meskipun bertahun2 berlalu, saya tidak bisa berhenti memikirkan tentang pentingnya simbol dan kebutuhannya untuk dihadirkan ke dunia. Karena itu, itu pada tahun 1996 saya membuka sebuah toko kecil di kota tua di mana saya menjual barang hadiah wisata tradisional, yang saya menambahkan beberapa produk cinderamata dengan ukiran ilustrasi sederhana simbol kuno itu.

“Dalam beberapa hari, saya diancam oleh Rabbi Ortodoks yang bersikeras bahwa saya harus menghapus simbol ‘jahat, kafir’ itu dari toko saya. Sekarang, meskipun tidak paham arti mendalam dari souvenir yang mereka beli, wisatawan sudah mulai antusias membelinya, bahkan lakunya souvenir2 ini dalam jumlah besar telah menarik perhatian toko pesaing terdekat (beberapa dimiliki oleh Yahudi Ortodoks) untuk memproduksi dan menawarkan , salinan produk unik yang saya jual.

“Namun persaingan yang tidak ramah itu tidak berlangsung lama. Ketika saya menolak untuk menghapus souvenir2 itu dari toko saya, kaum ortodoks berkumpul di luar toko saya dalam jumlah besar dan mulai melempari dengan batu, memecahkan jendela saya: tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Aku akhirnya menyerah, dan menutup toko saya kurang dari setahun setelah dibuka, sambil berpuas diri sedikit karena fakta bahwa toko-toko lain juga segera menghapus produk2 tiruan yang mereka jual. Akhirnya, upaya gabungan dari Museum Israel dan rabi ortodoks, simbol berharga yang menyatakan asal-usul sebenarnya dari Gereja telah lenyap dari pandangan publik.

“Doa sungguh-sungguh saya,” Ludwig menyimpulkan, “adalah bahwa kebenaran tentang asal-usul Yahudi dari Gereja Kristen akan diketahui di seluruh dunia sehingga semua mungkin tahu: Yesus adalah orang Yahudi, gereja mula-mula (abad pertama) di Yerusalem dihadiri secara eksklusif oleh suatu sekte Essene Yahudi yang telah menerima Yesus sebagai Mesias mereka, dan seluruh gereja di dunia saat ini telah dibangun di atas ini landasan Yahudi yang berharga. “

Oleh RES dan RRF (referensi 1)

HEXAGRAM

Dari simbol gereja mula2 di atas, sekilas terlihat keberadaan simbol hexagram yang diklaim sebagai simbol bintang david, yang dijabarkan dalam talmud dan gematria mempunyai makna penting dalam iman Yudaisme. Namun celakanya, hexagram juga dipakai dalam aliran2 mistis yang bertentangan dengan Torah. Telaah simbol Hexagram akan dituliskan dalam artikel tersendiri.

Referensi
1) http://www.olimpublications.com/MessianicSeal.htm
2) http://www.threemacs.org/themes/jewish/answers.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2014 in Arkeologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: