RSS

Penggunaan Kata Tapi, Trims, dan Sorry dalam Bahasa Jawa

20 Feb

by Kang Tepe

Setiap orang tentu senang berbincang-bincang. Begitu juga dengan orang Jawa. Kalau sudah bertemu teman akrab, bincang-bincang menjadi tidak kenal waktu. Apalagi dengan teman lama. Waktu berbincang yang berlalu lama tidak terasa.

 

Perbincangan biasanya dilakukan saat glenikan ‘duduk-duduk’, baik di teras rumah, taman, maupun halaman. Bahkan saat akan berpisahpun di depan pintu masuk rumah, percakapan masih terus dilakukan. Memang begitu kuatnya relasi tiap orang Jawa yang sudah saling mengenal.

 

Kata-kata yang dipakai di dalam percakapan memang beraneka ragam. Tentu bergantung pada usia, tingkat pendidikan, profesi, siapa lawan bicaranya, dan lingkungan kerja. Di dalam percakapan biasa juga tedengar kata-kata asing yang bukan berasal dari bahasa Jawa. Misalnya ada kata tapi, trims, dan sorry.

 

Kata tapi merupakan kependekan dari kata tetapi. Berasal dari bahasa Indonesia. Biasanya dipakai untuk menyatakan pertentangan pada sesuatu hal. Trims merupakan kependekan dari terima kasih yang juga termasuk kosakata bahasa Indonesia. Penggunaannya adalah ketika seseorang menyatakan puas atas bantuan atau pertolongan seseorang. Disingkat menjadi trims karena keperluan praktis. Berbeda dengan kata sorry ‘maaf’. Kata itu berasal dari bahasa Inggris. Penggunaannya adalah untuk menyatakan permintaan maaf atas suatu tindakan yang salah atau untuk menyatakan penyesalan karena mendengar jawaban yang buruk atas pertanyaan yang diajukan.

 

Ketiga kata itu sebenarnya memiliki padanan yang seusai di dalam bahawa Jawa. Kata tapi di dalam bahasa Jawa adalah ananging. Kadang sering ditulis nanging atau ning. Namun kata ananging sendiri sudah jarang terdengar digunakan dalam percakapan di kalangan masyarakat pada umumnya. Apalagi oleh anak-anak SMP yang notabene baru gedhe ‘besar’. Kalaupun kata ananging dipakai lagi malahan menjadi asing dan terdengar aneh dan asing di telinga.

 

Kata trims atau terima kasih di dalam bahasa Jawa adalah nuwun atau matur nuwun. Kata nuwun atau matur nuwun masih biasa dipakai dan cukup dikenal masyarakat Jawa. Selain sering dipakai di dalam percakapan, kata maturnuwun juga dipakai dalam mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service).

 

Kata sorry berpadanan dengan kata njalukngapura ‘minta maaf’. Kata itu sering dipakai apabila seseorang sering berbuat salah. Apalagi kalau salahnya itu sudah banyak sekali. Biasanya setelah dengan penuh penyesalan menyadari kesalahan kata njalukngapura akan dipakai di dalam percakapan.

 

Untuk lebih jelas mengenai penggunaan kedua kata itu di dalam percakapan, mari kita lihat dan cermati contoh di bawah ini.

 

 

Esuk-esuk Joko arep pit-pitan menyang Manahan Sala. Jenenge wae bocah SMP. Isih seneng dolan-dolan. Apamaneh dinane Minggu. Nalika tekan prapatan, dheweke ketemu karo Agung.

 

Agung : “Wilujeng enjing, Jok. Arep lunga menyang ngendi kowe?”

Joko : “Wilujeng enjing, Gung. Aku arep pit-pitan menyang Manahan. Melu piye?”

Agung : “Wah pengin, Jok. Tapi ku ra nggawa pit. Dak-njikuk pit sik ya. Aku dienteni lho.”

Joko : “Iya, dak-enteni. Sorry aku ora nggawa wedang. Nggawaa wedang ya! Kanggo njagani mbokmanawa ngelak. Trims.”

 

 

Terjemahan

 

 

Pagi-pagi Joko mau bersepeda ke Manahan Solo. Namanya saja anak SMP. Masih senang pergi-pergi. Apalagi harinya Minggu. Ketika sampai di perempatan jalan, ia bertemu Agung.

 

Agung : “Selamat pagi, Jok. Mau pergi kemana kamu?”

Joko : “Selamat pagi, Gung. Aku amau bersepeda ke Manahan. Ikut bagaimana?”

Agung : “Wah pengin, Jok. Tetapi ku tidak membawa sepeda. Kuambil sepeda dulu ya. Aku ditunggu lho.”

Joko : “Iya, kutunggu. Minta maaf aku tidak membawa air minum. Bawalah air minum ya! Untuk berjaga-jaga kalau haus. Terima kasih.”

 

 

Dari percakapan di atas kita dapat melihat kata tapi, trims, dan sorry yang dipakai di dalam percakapan bahasa Jawa di kalangan anak-anak SMP. Mari kita ambil penggalan kalimat yang menggunakan ketiga kata tersebut.

 

  1. Wah pengin, Jok. Tapi ku ra nggawa pit. Dak-njikuk pit sik ya. Aku dienteni lho. ‘Wah pengin, Jok.Tetapi ku tidak membawa sepeda. Kuambil sepeda dulu ya. Aku ditunggu lho.’

  2. Iya, dak-enteni. Sorry aku ora nggawa wedang. Nggawaa wedang ya! Kanggo njagani mbokmanawa ngelak. Trims. ‘Iya, kutunggu. Minta maaf aku tidak membawa air minum. Bawalah air minum ya! Untuk berjaga-jaga kalau haus. Terima kasih.’

 

Pada kalimat (1) kata tapi seharusnya diganti dengan kata ananging ‘tetapi’. Dengan demikian maka kalimat itu menjadi seperti kalimat (3) di bawah ini.

 

  1. Wah pengin, Jok. Ananging ku ra nggawa pit. Dak-njikuk pit sik ya. Aku dienteni lho. ‘Wah pengin, Jok. Tetapi ku tidak membawa sepeda. Kuambil sepeda dulu ya. Aku ditunggu lho.’

 

Pada kalimat (2) dapat kita amati penggunaan kata sorry sekaligus trims. Kata sorry seharusnya digantikan dengan kata njaluk ngapura ‘minta maaf’, sedangkan kata trims seharunya diganti dengan kata ‘matur nuwun’. Dengan begitu maka kalimatnya menjadi seperti di bawah ini.

 

  1. Iya, dak-enteni. Njaluk ngapura aku ora nggawa wedang. Nggawaa wedang ya! Kanggo njagani mbokmanawa ngelak. Matur nuwun. ‘Iya, kutunggu. Minta maaf aku tidak membawa air minum. Bawalah air minum ya! Untuk berjaga-jaga kalau haus. Terima kasih.’

 

Simpulannya adalah kata tapi, trims, dan sorry bukanlah kosakata bahasa Jawa. Kata tapi dan trims berasal dari bahasa Indonesia, sedangkang kata sorry berasal dari bahasa Inggris. Meskipun demikian, ketiga kata itu dapat diserap menjadi kosakata bahasa Jawa. Namun tetap melalui keputusan konggres bahasa Indonesia, agar dapat dimasukkan di dalam kamus bahasa Jawa. Terima kasih.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2014 in Bahasa Jawa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: