RSS

Pola Makan Torah dalam Perjanjian Baru (1)

10 Des

Jika anda ingin melihat dalam format yang lebih besar, klik ikon kanan atas yang ada tanda panahnya, dari situ nanti membuka tab baru, dan juga anda bisa mendownload versi PDFnya.
YAH bless us

Secara umum orang Kristen akan memandang bahwa semua aturan Torah berkenaan dengan makanan sudah dibatalkan dengan pengorbanan Kristus. Hanya golongan Messianik yang mempertahankan ketaatan itu bersamaan dengan seluruh

Yudaisme-nya. Penulis memandang beberapa hal yang perlu dicermati antara lain:

1. Istilah “Haram dan Halal”

Istilah “Haram” dan “Halal”, dalam penerjemahan alkitab berbahasa Melayu para penerjemah Kristen terpaksa melibatkan muslim di dalamnya, sedangkan Muslim mempunyai pandangan bahwa Alkitab adalah “inferior” daripada Alquran dan karenanya sistem-sistem nilai quranik di masukkan berupa istilah-istilah quran ke dalam terjemahan alkitab. Karena itu penulis lebih setuju penggunaan istilah “tahir” untuk menggantikan halal dan “tidak tahir” untuk menggantikan konsep haram.

Torah menulis bahwa istilah yang dipakai adalah טְהֹרָה(tehora) untuk merujuk istilah “clean/halal”, dari kamus Strong

H2889טהר טהורṭâhôr ṭâhôr haw-hore’, taw-hore’

From H2891; pure (in a physical, chemical, ceremonial or moral sense): – clean, fair, pure (-ness).

Kejadian 7:2

מִכֹּל ׀ הַבְּהֵמָה הַטְּהוֹרָה תִּֽקַּח־לְךָ שִׁבְעָה שִׁבְעָה אִישׁ וְאִשְׁתּוֹ וּמִן־הַבְּהֵמָה אֲשֶׁר לֹא טְהֹרָה הִוא שְׁנַיִם אִישׁ וְאִשְׁתּֽוֹ׃

Kejadian 7:2 mikol habehema hatehora tikahh-lekha shiva shiva ish veishto umin-habehema asher lo tehora hiv shenayim ish veishto:

Kejadian 7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;

Etimologi Protosinaitic:

TaHoR  berasal dari kata dasar ThR 

 adalah simbol keranjang (wadah) jika dilihat dari atas

 adalah simbol kepala manusia

jika digabungkan, kedua simbol di atas berarti sebuah wadah/”benteng” yang berisi manusia, dengan tujuan untuk melindungi manusia itu ataupun mengurung manusia itu supaya tidak bisa keluar. Jadi konsep dasar TaHoR (clean, tahir) adalah bahwa ada wadah yang harus dipakai untuk melindungi manusia itu dari dunia luar.

TaHoR , penyisipan huruf  (Hey) bermakna keberadaan benteng (aturan) di sekitar manusia itu bertujuan untuk mengungkung manusia itu supaya manusia itu menjadi perhatian/berbeda dari yang lain, huruf hey menunjukkan seorang manusia yang melambaikan tangan minta diperhatikan, dengan demikian memunculkan makna khusus/kudus/qadosh. (Strong: clean, purify, bersih, dikhususkan, murni.)

Penetapan makanan tertentu yang boleh dimakan membuat manusia itu : tubuhnya bersih, sehat, terlihat beda dengan bangsa2 lain (sejak jaman Nuh dan keturunannya sudah mempraktekkan ini, Kejadian 7:2), jadi pola makan Torah adalah semacam tanda/bukti bagi bangsa/orang yang menyembah YaHWeH, bangsa/orang yang makan sesuai pola makan Torah berarti bangsa itu menyembah YaHWeH. Selain itu, akan muncul pertanyaan, konsep “mengungkung” itu apakah baik atau tidak? Apakah manusia memahami pola makan Torah sebagai penjara yang menghalangi kebebasan memakan makanan yang disukai ataukah manusia sanggup memaknai perintah itu sebagai berkat yang bertujuan untuk kebaikan manusia? Silakan pembaca memutuskan sendiri.

Sedangkan istilah yang dipakai untuk haram adalah Tame טָמֵא, dari kamus Strong:

H2931 טמאṭâmê’ taw-may’

From H2930; foul in a religious sense: – defiled, + infamous, polluted (-tion), unclean.

Imamat 11:4אַךְ אֶת־זֶה לֹא תֹֽאכְלוּ מִֽמַּעֲלֵי הַגֵּרָה וּמִמַּפְרִיסֵי הַפַּרְסָה אֶֽת־הַגָּמָל כִּֽי־מַעֲלֵה גֵרָה הוּא וּפַרְסָה אֵינֶנּוּ מַפְרִיס טָמֵא הוּא לָכֶֽם׃

Imamat 11:4 akh et-ze lo tokhelu mimaale hagera umimafrise haparsa et-hagamal ki-maale gera hu ufarsa enenu mafris tame hu lakhem:

Imamat 11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.

Etimologi Protosinaitik:

TaME טָמֵא  berasal dari kata dasar TM 

 adalah gambar keranjang jika dilihat dari atas

 adalah gambar riak air, dan bermakna air, kekacauan

kata  berarti sekeranjang/sewadah air, yang berguna untuk membersihkan sesuatu (misal kotoran/lumpur).

akhiran alef a memberi penegasan pada fungsi pembersihan air tadi, dalam hal ini menegaskan tentang keadaan yang perlu dibersihkan, penggunaan tanda alef menandakan bahwa kotoran itu memerlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk dibersihkan karena konsep alef bermakna kekuatan. Karena itu TaME berarti kecemaran, tercemar, kotor.

Dalam konsep quranik, haram dan halal berhubungan dengan dosa dan karenanya harus ada penebusan dosa jika melakukan yang haram. Yang menarik adalah dalam Torah jika kita melakukan yang “lo tehora” /tidak halal maka tidak ada satupun hukuman karena hal itu dan juga tidak ada persyaratan penebusan dosa jika makan makanan yang tidak bersih (jika anda menemukannya silakan menghubungi penulis untuk meralat hal ini). Dengan demikian penggunaan istilah haram dan halal dalam terjemahan “tehora” akan menimbulkan persepsi yang berbeda dengan yang dimaksudkan oleh penulis Torah. Istilah yang dipakai adalah kudus atau tidak, kalau kena bangkai akan najis sampai matahari terbenam namun tidak ada keharusan melakukan penebusan binatang (penebusan dosa). Istilah yang dipakai terhadap makanan yang tidak tahir “le tehora” (perhatikan kemiripan TaHiR dan TeHoRa) adalah “kejijikan”.

Pertanyaan yang menarik adalah, apakah polusi/kecemaran itu merujuk kepada jiwa, roh ataukah juga tubuh? kecemaran kepada jiwa adalah dalam bentuk pola pikir bahwa memakan segalanya itu tidak masalah, kecemaran dalam roh adalah dosa sedangkan pencemaran dalam tubuh adalah sakit penyakit. Dalam konteks2 ini manakah yang paling tepat?

Ima 11:43Janganlah kamu membuat dirimujijik,

Imamat 11:43אַל־תְּשַׁקְּצוּ אֶת־נַפְשֹׁתֵיכֶם בְּכָל־הַשֶּׁרֶץ הַשֹּׁרֵץ וְלֹא תִֽטַּמְּאוּ בָּהֶם וְנִטְמֵתֶם בָּֽם׃

Imamat 11:43al-teshaqetzu et-nafshotekhem bekhol-hasheretz hashoretz velo titameu bahem venitmetem bam:

H8262שׁקץshâqats shaw-kats’ A primitive root; to be filthy, that is, (intensively) to loathe, pollute: – abhor, make abominable, have in abomination, detest, X utterly.

Jika kita memakan makanan yang tidak tahir maka kita (tubuh kita) akan menerima polusi.

Memakan makanan yang menjijikkan akan membuat diri kita jijik, kata yang dipakai untuk “diri kita” adalah NeFeS נַפְשֹׁ

H5315נפשׁ nephesh neh’-fesh

From H5314; properly a breathing creature, that is, animal or (abstractly) vitality; used very widely in a literal, accommodated or figurative sense (bodily or mental): – any, appetite, beast, body, breath, creature, X dead (-ly), desire, X [dis-] contented, X fish, ghost, + greedy, he, heart (-y), (hath, X jeopardy of) life (X in jeopardy), lust, man, me, mind, mortality, one, own, person, pleasure, (her-, him-, my-, thy-) self, them (your) -selves, + slay, soul, + tablet, they, thing, (X she) will, X would have it.

Kata NeFeS bukan hanya menunjukkan sosok figuratif manusia (jiwa dan roh) namun juga tubuhnya. Demikian kejijikan itu tidak hanya berlaku terhadap jiwa dan roh melainkan juga tubuh yaitu berhubungan dengan kesehatan manusia. Pola makan Torah adalah pola makan tersehat yang pernah ada. Binatang yang boleh di makan adalah binatang pemakan tanaman (herbivora) untuk binatang darat dan binatang bersisik yang tidak makan sampah. Semua binatang pemakan sampah dan bangkai di larang dimakan karena pasti tidak sehat. Penelitian modern nampaknya mendukung bahwa semua binatang herbivora dan bersisik adalah makanan yang sehat.

Torah sudah melarang memakan lemak hewan, ilmu kesehatan sekarang mengatakan jaringan lemak berpotensi menyimpan residu logam berat yang masuk ke tubuh karena berhenti di situ, menempel dan karena tidak dialiri darah maka tidak mungkin dialirkan dan dibuang ke ginjal.

2. Sejak Kapan Pola Makan Torah dimulai?

Catatan pertama tentang makanan yang tahir dan tidak tahir ditulis pada peristiwa banjir besar di masa Noah.

Kejadian 7:2 “Of all the clean beasts take with you seven pairs, a male and his female; and of the beasts that are unclean two, a male and his female;

Tidak dijelaskan apa maksud tahir di sini, namun Noah sudah memahami mana binatang yang tahir dan tidak. Dari mana Noah tahu pembedaannya? Bisa jadi hal itu sudah diketahui umum (di kalangan keturunan Set) dengan demikian Noah mengetahuinya dari ajaran bapa-bapa leluhurnya sejak sebelum banjir besar. Kemungkinan lain Noah diberitahu secara langsung oleh Tuhan namun tidak dicatat di sini. Yang jelas faktanya Noah sudah mengerti binatang mana yang harus diambil 7 pasang dan mana yang cuma sepasang. Dengan demikian pendapat bahwa pola makan Torah dimulai pada zaman Mosheh adalah salah besar, sebab Noah sudah mempraktekkannya. Noah juga sudah mengenal persembahan korban dari binatang tahir.

3. Seberapa Jauh Jangkauan Perintah Makanan dalam Torah?

Apakah perintah makanan dalam Torah berlaku di semua tempat? Apakah berlaku di segala zaman?

Apakah wilayah-wilayah tandus yang tidak memungkinkan tersedianya makanan yang tahir memperoleh pengecualian? Semisal wilayah arctic (kutub utara) di mana orang Eskimo memakan lemak mentah sebagai sumber tenaga atau suku aborigin yang memperoleh energi dari binatang melata/kadal, bagaimana jika diperhadapkan pada kasus tersebut?

Menurut penulis, hal yang perlu dicermati adalah bahwa sesudah perintah tentang makanan dan jika ada pelanggaran tidak ada satupun hukuman karena hal itu dan juga tidak ada persyaratan penebusan dosa jika makan makanan yang tidak bersih, berbeda dengan perintah tentang pembunuhan, perzinahan dll. Dengan demikian setiap orang yang melanggar perintah tentang makanan dalam keadaan terpaksa (seperti di atas) maka Tuhan tidak akan menghukumnya (Torah adalah fondasi hukum kasih) namun jika kita berkesempatan memilih maka sebaiknya kita memilih pola makan Torah, sebab Torah diberikan untuk mentahirkan dan memberkati kita, menjadi benteng yang melindungi kita dari sakit penyakit dan juga memaksimalkan potensi tubuh dan otak kita. Orang-orang Yahudi terkenal dengan kecerdasannya dan pastinya apa yang mereka makan dan didikan di dalam masyarakat mempunyai pengaruh besar. Bagaimana mungkin orang menjadi cerdas jika tubuh dan otaknya diasupi dengan makanan tidak bergizi dan sampah dan bahkan pembawa penyakit?

Semoga YaHWeH, Sang Kehidupan memberi pengertian tentang kedalaman kasih Kristus,Messiah kepada kita ketika Dia menuliskan Torah dan memberikannya kepada Mosheh.

(Seri-seri selanjutnya akan membahas perikop2 Perjanjian Baru yang biasanya dipakai sebagai dasar doktrin tentang Pola Makan Torah)

versi PDF dari artikel ini bisa didownload di http://www.4shared.com/office/FD7oKcV7/Pola_Makan_Torah_dalam_Perjanj.html

atau mendownload dari google drive di atas

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 10, 2012 in Doktrin/PA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: