RSS

GNU/Linux, Tantangan di Bidang Multimedia (Review)

20 Agu

Masalah Utama Pemutar Multimedia GNU/Linux

Setelah kira-kira 1 tahun saya secara eksklusif menggunakan Ubuntu Lucid Lynx banyak hal membuat saya optimis dan puas dengan kinerja Sistem Operasi GNU/Linux. Kernel yang stabil (belum pernah hang) dan performa sangat bagus. Bahkan sistem berkas ext4 yang saya pakai selalu memberi prosentase fragmentase 0,8 % ketika fsck. Namun platform yang sangat bagus ini masih banyak membutuhkan sentuhan2, terutama dalam hal multimedia. Semua kodek audio dan video nampaknya sudah bukan masalah lagi dengan GNU/Linux sekalipun terpaksa menggunakan pustaka2 yang tertutup ataupun reverse engineering yang tidak bisa disebut legal di beberapa negara. Namun yang sangat perlu diperhatikan adalah stabilitas perangkat lunak pemutar media audio maupun video. Karena saya sering menonton film maka berbagai format film, mpg, mkv, avi, flv, mp4 dsb. Sangat sering ketika memutar berkas video yang bermasalah (biasanya penggandaan dari VCD) perangkat lunak pemutar media video akan crash, tiba-tiba saja mati atau pemutarannya berhenti. Saya amati itu di Totem (Pemutar Film), VLC, GNOME Mplayer (jarang). VLC sering mengeluarkan window lagi yang isinya hitam jika menemui berkas yang rusak, seakan-akan engine dari perangkat lunak itu direset dan memulai dari awal. Tentu hal-hal seperti disebut bug atau fitur-fitur yang perlu dibenahi. Dan dalam dunia perangkat lunak terbuka setiap orang punya tanggung jawab untuk menguji apakah perangkat lunak sudah berjalan stabil sesuai yang diharapkan ataukah ada fitur-fitur baru yang perlu ditambahkan. Dalam hal ini perangkat lunak pemutar video perlu dibenahi dalam hal penanganan error dari berkas masukan.

Beberapa pemutar audio pun juga begitu, hal ini pernah saya temui di SongBird, Banshee, Rythmbox. Dan salah satu kekurangan GNU/Linux adalah belum adanya dukungan penuh terhadap komputasi yang realtime, yang amat diperlukan oleh bidang multimedia. Dukungan realtime belum ada dalam jalur pengembangan kernel utama. Semua kernel realtime yang pernah saya coba tidak kompatibel dengan perangkat lunak multimedia yang berjalan di atasnya, terutama seringnya terjadi penguncian sistem (hang). Sedangkan kernel standar tidak pernah mengalami itu. Keunggulan kernel realtime adalah responsif dan aplikasi multimedia memiliki prioritas tinggi sehingga tidak ada suara tersendat-sendat sekalipun sedang melakukan multitasking.

Nice Work

Satu-satunya pemutar video yang sukses memutar berkas video .DAT (penggandaan dari VCD) adalah gxine, salah satu front end dari framework xine. Totem adalah juga salah satu front end dari xine, dan seringkali jika menemui berkas video bermasalah maka totem akan mati dengan sendirinya. Jadi untuk memutar file gandaan dari VCD gxine sangat saya rekomendasikan. Untuk memutar VCD nampaknya VLC memiliki kualitas terbaik, player lain akan gagal untuk memutar VCD.

Beberapa perangkat lunak kompatibel dengan laptop mode, jadi harddisk tidak perlu menjadi panas kalau hanya digunakan untuk menonton film. Fitur ini saya temui kalau menggunakan pemutar berbasis xine seperti xine-ui, totem atau gxine. Sedangkan mplayer perlu dibenahi juga supaya kompatibel dengan laptop mode. Sebab harddisk tidak pernah menjadi istirahat kalau pakai mplayer dan semua front endnya.

Dalam hal kualitas gambar semuanya bagus apalagi dengan adanya post processing, GNOME Mplayer misalnya. Deinterlacing dan fitur-fitur yang memperindah tampilan video nampaknya sudah berjalan semestinya. Urusan suara juga OK.

Dari kedua framework, xine dan mplayer dalam hal kualitas saya rasa mplayer lebih baik.

Semoga dunia perangkat lunak terbuka terus memperbaiki kualitas perangkat lunaknya sehingga bisa membuktikan diri sebagai pemecahan komputasi bagi semua orang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2012 in GNU/Linux

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: