RSS

Benarkah Yesus Mati pada Hari Jumat dan Bangkit pada Hari Minggu?

16 Agu

Benarkah YAHUSHUA (Yesus) Mati pada Hari Jumat

dan Bangkit pada Hari Minggu?

Oleh Danang Dwi Kristiyanto

danang underscore kristiyanto at yahoo dot com

(artikel belum final, artikel versi alpha)

Lisensi Creative Commons => Anda bebas mendistribusikan artikel ini namun Anda tidak saya ijinkan menggunakannya untuk tujuan komersial dan Anda tidak saya ijinkan untuk melakukan pengubahan apapun atas artikel ini. Saya mengklaim bahwa artikel ini adalah murni hasil karya saya dengan bantuan berbagai sumber.

(mulai)

Sabbath, 1 Cheshvan 5772.

Sabtu, 29 Oktober 2011.

Jam 07:17

I. Pengantar

Secara umum orang Kristen menerima fakta dan penjelasan bahwa YAHUSHUA (Yesus) disalib pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu pagi. Hari Jumat karena esoknya adalah Sabat(1) dan hari Minggu karena saat itulah Maria mengunjungi kubur kosong-Nya. Namun sebenarnya ada pertanyaan menggelitik tentang kebenaran fakta tersebut terutama dihubungkan dengan kesaksian YAHUSHUA (Yesus) sendiri bahwa kematian-Nya adalah seperti tanda Yunus, yaitu tubuh-Nya akan berada di dalam perut bumi selama tiga hari tiga malam.

(TB-LAI)

Mat 12:39Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Mat 12:40Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Dalam perhitungan modern tiga hari tiga malam berarti 72 jam dan jika YAHUSHUA (Yesus) mati pada jam 3 sore hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu pagi (entah jam berapa) berarti hanya 3 hari 2 malam (kalau hari dihitung penuh), atau tak lebih dari 36 jam. Mari melihat fakta2 Kitab Suci maupun tradisi bangsa Israel.

II. Sabat di dalam Kitab Suci

Banyak orang Kristen mengenal Sabat adalah hari Minggu, karena demikianlah yang diajarkan oleh para Pendeta. Sebagai contoh dalam Pokok-pokok Ajaran GKJ, sabat disebutkan sebagai hari Minggu tanpa keterangan dan penjelasan. Ada juga yang berasalan karena YAHUSHUA (Yesus) bangkit pada hari Minggu maka itu adalah pembenaran dari sabat adalah hari Minggu. Namun hari Minggu sebagai sabat tidaklah dikenal oleh bangsa Israel maupun jemaat Kristen mula-mula, bahkan YAHUSHUA (Yesus). Jadi dalam artikel ini definisi sabat yang dipakai oleh Firman Tuhan, bukan definisi ajaran2 tambahan maupun interpretasi yang memiliki otoritas di bawahnya(2) .

Banyak orang Kristen yang tidak mengetahui bahwa Perjanjian Lama mengenal dua jenis sabat:

  1. Sabat mingguan, dimulai pada hari Jumat sore (jam 18.00) sampai kepada hari Sabtu sore (Penanggalan Yahudi, seperti bangsa Semitik lain, adalah penanggalan berdasarkan aktivitas bulan, tidak seperti penanggalan Masehi yang berdasarkan aktivitas matahari dan hari dimulai tengah malam jam 12.00 atau 00.00).

  2. Sabat tahunan, “high days/high sabbaths”. Ada tujuh (7) sabat tahunan seperti yang disebutkan di dalam Imamat 23. Disebut sebagai hari-hari pertemuan kudus. Sabat mingguan disebut pertemuan kudus demikian juga ketujuh hari raya.

Lalu apa bukti keberadaan dua jenis sabat tersebut dalam Perjanjian Baru? :

a. Dalam perjanjian baru pun bukti tentang ini masih ada. Yaitu Yohanes 19:31 di mana tubuh YAHUSHUA (Yesus) harus diturunkan dari salib supaya tidak menajiskan hari sabat yang akan segera dirayakan yaitu Sabat Besar (sabat tahunan) yang mengacu kepada perayaan Paskah/Pesach.

(LITV)

Yoh 19:31 Then, since it was Preparation, that the bodies not remain on the cross on the sabbath, for great was the day of that sabbath, the Jews asked Pilate that their legs might be broken and they be taken away.

(MKJV)

Yoh 19:31 Then the Jews, because it was Preparation, begged Pilate that their legs might be broken, and that they might be taken away, so that the bodies should not remain on the cross on the sabbath. For that sabbath was a high day.

(ASV)

Yoh 19:31 The Jews therefore, because it was the Preparation, that the bodies should not remain on the cross upon the sabbath (for the day of that sabbath was a high day), asked of Pilate that their legs might be broken, and that they might be taken away.

(TB-LAI)

Ulg 21:22 “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,

Ulg 21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

Kata Yunani yang menjadi dasar terjemahan kata “high day” adalah “μέγας“, mari melihat definisi konkordansi Strong:

G3173, μέγας, megas, meg’-as

Including the prolonged forms, femine μεγάληmegalē, plural μέγάλοιmegaloi, etc.; compare also G3176, G3187], big (literally or figuratively, in a very wide application): – (+ fear) exceedingly, great (-est), high, large, loud, mighty, + (be) sore (afraid), strong, X to years.

Makna yang terkandung adalah hari sabat yang luar biasa pentingnya, tentu kita harus mengacu kepada Imamat 23 mengenai pentingnya hari raya ini. Karena hari “high day itu disesuaikan dengan tanggal-tanggal tertentu pada bulan-bulan tertentu maka secara wajar harus dipahami bahwa hari sabat besar itu tidak mesti jatuh pada hari sabat mingguan (hari sabtu) namun bisa jatuh pada hari apapun. Sama seperti hari ulang tahun kita, yang menjadi acuan adalah tanggal dan bulannya, dan jelas tidak jatuh pada hari yang sama setiap tahun. Jadi jelaslah ada hari sabat biasa (mingguan) dan hari sabat besar.

b. Kata sabat yang dipakai menggunakan makna plural/jamak yang menandakan adanya lebih dari satu sabat (beberapa terjemahan literal). Akan dibandingkan beberapa terjemahan yang menuliskan hal tersebut dengan yang tidak literal:

New English Bible : “The Sabbath was over,….”

New International Version : “After the Sabbath,…”

Jerusalem Bible : “After the Sabbath,…”

King James Version : “In the end of the Sabbath…came Mary Magdalene”

Living Bible : “Early on Sunday morning, Mary Magdalene…”

Philips Modern English : “When the Sabbath was over…”

Revised Standard Version : “Now after the sabbath….”

Today’s English Version : “After the Sabbath,.

Young’s Literal Translation : “And on the eve of the Sabbaths…” ===> jamak

Alfred Marshall’s Interlinear Greek-English New Testament

Green’s Literal Translation (LITV)

Ferrar Fenton’s Translation

(YLT)

Mat 28:1 And on the eve of the sabbaths, at the dawn, toward the first of the sabbaths, came Mary the Magdalene, and the other Mary, to see the sepulchre,

(LITV)

Mat 28:1 But late in the sabbaths, at the dawning into the first of the sabbaths, Mary the Magdalene and the other Mary came to gaze upon the grave.

III. Waktu Kunjungan Maria Magdalena ke Kubur YAHUSHUA (Yesus)

Ketika Maria Magdalena dan Maria yang lain mengunjungi kubur YAHUSHUA (Yesus) dalam Matius 28:1 terdapat fakta yang menarik yaitu bahwa waktu kedatangan mereka ke kubur bukanlah minggu pagi seperti yang disangka orang menurut terjemahan Terjemahan Baru LAI melainkan sabtu sore setelah sabat berakhir.

(TB-LAI)

Mat 28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

LAI menuliskan adanya fajar menyingsing sebagai permulaan hari. Namun kita harus mengingat bahwa Perjanjian Lama (dan bangsa Israel) tidak menggunakan penanggalan matahari. Mereka menggunakan penanggalan bulan, awal hari dimulai pada sore hari jam 18.00, sehingga “hari pertama minggu itu” tidak bisa ditambahi keterangan adanya “fajar menyingsing”. Mari melihat terjemahan lain yang lebih mendekati makna aslinya:

(YLT)

Mat 28:1 And on the eve of the sabbaths, at the dawn, toward the first of the sabbaths, came Mary the Magdalene, and the other Mary, to see the sepulchre,

(LITV)

Mat 28:1 But late in the sabbaths, at the dawning into the first of the sabbaths, Mary the Magdalene and the other Mary came to gaze upon the grave.

(MKJV)

Mat 28:1 But late in the week, at the dawning into the first day of the week, Mary Magdalene and the other Mary came to see the tomb.

(KJV)

Mat 28:1 In the end of the sabbath, as it began to dawn toward the first day of the week, came Mary Magdalene and the other Mary to see the sepulchre.

Nampaknya kata yang menjadi dasar penerjemahan “fajar menyingsing” oleh LAI adalah kata “ἐπιφώσκω

G2020, ἐπιφώσκω, epiphōskō, ep-ee-foce’-ko

A form of G2017; to begin to growlight: – begin to dawn, X draw on.

Jadi makna mulai munculnya cahaya “light” tidak bisa dimaknai seperti makna modern kita namun harus dilihat menurut makna tata bahasa Ibrani yang dipakai bangsa Israel. Orang Israel menyebut malam sebagai mulai munculnya cahaya. Mari melihat komentar DR. Gill dari bagian ayat ini (teks ayat sesuai KJV):

(John Gill’s Exposition of the Entire Bible)

As it began to dawn; not the day, but the night; a way of speaking used by the Jews, who call the night, אור, “light”: thus they say (y), אור לארבעה עשר, “on the light, or night of the fourteenth” (of the month Nisan) “they search for leavened bread”, &c. And so the word is used, in Luk_23:54, of the eve of the sabbath, or the beginning of it, as here of the going out of it;

Bahkan jika membaca ayat ini dari Kitab Suci Ibrani, kita akan mendapatkan penggambaran yang lebih jelas:

MattithYAHU 28:1 וַיְהִי אַחַר הַשַּׁבָּת לִפְנוֺתבֹּקֶר בְּאֶחָדבַּשַּׁבָּת וַתָּבֹא

מִרְיָם הַמַּגְדָּלִית וּמִרְיָם הָאַחֶרֶת לִרְאוֺת אֶתהַקָּבֶר:

transliterasi: vayehi ahar hashabbat lifnot-boker be-ehad bashabbat vattavo miryam hamagdalit umiryam haaheret lirot et-hakaver

terjemahan: terjadilah setelah (hari) sabat sebelum (menjelang) pagi (hari dari) sabat pertama (hari ke satu) pergilah maria magdalena dan maria yang lain untuk melihat (menengok) kubur (itu)

(HNT)

Mark 16:1 וְכִמְעַט עָבַר הַשַּׁבָּת וּמִרְיָם הַמַּגְדַּלִית וּמִרְיָם אֵם יַעֲקֹב וּשְׁלֹמִית

קָנוּ סַמִּים לָבֹא וְלִמְשֹׁחַ אֹתוֺ:

transliterasi: vekhimat avar hashabbat umiryam hamagdalit umiryam em (im) yaaqov ushelomit qanu sammim lavo velimshoha oto

terjemahan: [(pada) malam (hari)] mendekati sesudah sabat maria magdalena (,) maria ibu yakub (yakobus) (beserta) selomit (salome) membeli rempah2 untuk meminyaki Dia

Mark 16:2 וּבָאֶחָד בַּשַּׁבָּת בַּבֹּקֶר הַשְׁכֵּם בָּאוּ אֶלהַקָּבֶר עִםעֲלוֺת הַשָּׁמֶשׁ:

transliterasi: uvaehad bashabbat baboqer hashkem bau el-haqaver im-alot hashamesh

terjemahan: (pada) hari pertama shabbat (hari pertama hitungan satu minggu) (pada) pagi (awal hari:malam) (mereka) menuju kubur sebelum/mendekati matahari terbit.

Luke 24:1 וּבָאֶחָד בַּשַּׁבָּת טֶרֶם יִבָּקַע הַשַּׁחַר בָּאוּ אֶלהַקָּבֶר וְהֵבִיאוּ

אֶתהַבְּשָׂמִים אֲשֶׁר הֵכִינוּ וְעִמָּהֶן עוֺד אֲחֵרוֺת:

transliterasi:uvaehad bashabbat terem yibaqa hashahar bau el-haqaver veheviu et-habeshamim asher hekinu veimahen oda aherot

terjemahan: (pada) hari sabat pertama [hari pertama dalam satu minggu] sebelum separo hari (sebelum hari terbagi) [sebelum bagian pertama dalam satu hari berlalu, bagian pertama dalam satu hari adalah malam; sebelum malam berakhir] (mereka) pergi ke kubur membawa rempah2 dan bersama (mereka) beberapa orang lain.

Maria Magdalena dan Maria yang lain pergi ke kubur sesudah hari sabat (setelah jam 18.00) dan sebelum pagi (atau juga bisa diartikan menjelang pagi) jadi ada rentang jam 18.00 sampai jam 06.00 (jika asumsi pagi/boker sama dengan pagi dalam bahasa Indonesia), namun terlihat penekanan awal hari pertama yang menunjukkan penafsiran lebih tepat kepada awal dari separo hari, awal dari malam, tidak lama setelah jam 18.00. Seperti yang jelas dituliskan oleh LITV.

Lukas 24:1 And the first of the sabbaths, while still very early, they came on the tomb, carrying spices which they prepared; and some were with them.

Dan juga pastilah Maria dan para murid menanti-nantikan berakhirnya sabat supaya bisa segera pergi ke kubur sebab mereka harus beristirahat (berada di rumah) sebelum sabat berakhir. Sebab setelah melihat penguburan YAHUSHUA (Yesus) mereka sudah membeli rempah2 dan minyak mur.

(LAI-ITB)

Luk 23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.

Luk 23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Luk 23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.

Luk 23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Beberapa bukti di atas membantah ajaran bahwa Maria Magdalena dan Maria yang lain itu mendatangi ke kubur YAHUSHUA (Yesus) pada pagi-pagi buta hari Minggu seperti yang kita terima selama ini.

IV. Maksud Tiga Hari Tiga Malam

Di bagian atas telah terbukti bahwa YAHUSHUA (Yesus) tidak bangkit hari minggu pagi melainkan hari Sabtu sore (hitungan hari matahari/Kalender Masehi) dan akhir dari hari Sabat Mingguan. Jadi kebangkitan YAHUSHUA (Yesus) adalah pada hari Sabat.

Nah, di bagian ini akan dijelaskan seandainya Dia bangkit pada jam2 terakhir pada hari Sabat itu maka kapankah Dia mati?

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ketika Dia mengucapkan nubuat kematian-Nya sendiri (Matius 12:39-40), rentang waktu yang bagaimana yang Dia maksudkan? Sungguhkah sebagian hari sebagaimana yang dipercayai sekarang ini?

(LAI-ITB)

Yoh 11:9 Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.

Yoh 11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.”

 

Di sini YAHUSHUA (Yesus) menyebutkan bahwa dalam satu hari ada dua belas jam, dan pertanyaan-Nya adalah pertanyaan rethoris. Dengan demikian 12 jam dalam satu hari adalah hitungan waktu yang diterima secara umum. Dan tentunya malam juga dihitung sebagai 12 jam juga karena interval waktunya sama, hari dihitung jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore dan malam dihitung mulai jam 18.00 sampai jam 06.00.

Dengan demikian tiga hari tiga malam berarti tiga kali 12 jam periode yang disebut hari dan tiga kali 12 jam periode yang disebut malam dan menghasilkan 72 jam penuh. Dan karena rentang waktu ini adalah tanda pembuktian bahwa Dia adalah Sang Mesiah maka rentang waktu itu tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih sedikitpun. Karena jika Dia bangkit tidak dalam rentang 72 jam, orang boleh saja meragukan klaim kemesiahan yang diucapkan-Nya.

Fakta ini juga didukung dalam Kitab Kejadian, yaitu 1 hari penuh didefinisikan sebagai keberadaan satu pagi dan satu petang.

(LAI-ITB)

Kej 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Kej 1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

Kej 1:13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Mari melihat apa yang dialami Yunus

 

(LAI-ITB)

Yun 1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

 

Menurut komentar dari The Companion Bible Condensed (The Bullinger Bible; Dr. E.W. Bullinger 1837-1913) bahwa idiom bahasa Ibrani “tiga hari” bisa diartikan sebagian dari tiga hari, tidak penuh 72 jam, bahkan bisa juga berarti hitungan tiga tahun. Namun jika idiom “tiga hari” disertai “tiga malam” itu untuk menunjukkan bahwa penekanan hari yang dimaksud adalah satu hari penuh (satu pagi satu petang; 24 jam). Dengan demikian Yunus benar-benar 3 hari 3 malam di dalam perut ikan. Dan walaupun tidak jelas disebutkan, kemungkinan besar Yunus mengalami kematian di dalam perut ikan ini dan kemudian dibangkitkan. Jadi kalau YAHUSHUA (Yesus) menggunakan waktu Yunus di dalam perut ikan sebagai simbol Dia di dalam kerajaan maut maka makna yang benar dari “tiga hari tiga malam” adalah benar-benar 72 jam tepat, tidak kurang tidak lebih.

Hal ini ditegaskan oleh beberapa pernyataan Mesiah sendiri:

(LAI-ITB)

Mat_16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Yoh_2:19 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

Mrk_8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Ketiga ayat ini memberi kesimpulan bahwa Mesiah:

1. Akan bangkit pada hari ketiga, berarti minimal Dia di dalam perut bumi 48 jam dan tidak lebih dari 72 jam.

2. Akan bangkit dalam tiga hari, proses Dia di alam maut perlu waktu tidak lebih dari 72 jam.

3. Akan bangkit sesudah tiga hari, berarti Dia bangkit setelah waktu minimal 72 jam dan tidak boleh kurang.

Dari ketiganya satu-satunya kesimpulan yang mungkin adalah bahwa Dia di dalam perut bumi benar-benar 72 jam, tidak boleh kurang [3] dan juga tidak boleh lebih [1,2]. Selang waktu 72 jam tepat sampai ukuran detik.

V. Kematian Yesus dalam Sejarah dan Penanggalan Ibrani dan Romawi

Bila kita ingin mengetahui catatan sejarah tentang penyaliban Kristus maka kita harus mencari peristiwa-peristiwa yang tercatat di Alkitab yang mempunyai referensi dengan sejarah dunia. Dalam hal ini saya menyajikan sejarah Kerajaan Romawi secara umum dan terkhusus beberapa orang tokoh yang menjadi legitimasi waktu kematian YAHUSHUA (Yesus) Sang Mesiah.

Tokoh yang cukup berperan dalam kematian YAHUSHUA (Yesus) adalah Pontius Pilatus. Dia menjadi Gubernur Romawi atas Yudea pada tahun 26 M, dan sejarawan Yosephus mencatat bahwa tahun 36M Pilatus telah digantikan oleh Marcellus. Jadi artinya waktu kematian Yesus haruslah berada dalam rentang 10 tahun ini, antara tahun 26-36 masehi.

Di atas telah dibuktikan bahwa pada perayaan Paskah saat Yesus disalib terdapat dua hari raya dalam minggu itu. Yang pertama adalah “high day” yaitu Perayaan Paskah itu sendiri dan sering pula disebut “Sabat Besar” dan yang kedua adalah Sabat Mingguan, yaitu hari sabtu.

Jadi minimal kita mempunya dua acuan tentang waktu penyaliban YAHUSHUA (Yesus) yaitu antara tahun 26-36 M dimana terdapat 1 hari sesudah Paskah dan Sabat Mingguan yang memiliki rentang 3 hari tiga malam.

Mari melihat kalender Ibrani, perayaan Paskah pada tahun 30 M.

Tanggal 14-21 bulan Nisan tahun 3790 adalah perayaan roti tidak beragi yang merupakah perayaan Paskah (bersesuaian dengan tanggal 5-12 bulan April 30 M). Matius menuliskan bahwa pada hari pertama perayaan roti tidak beragi para murid menanyakan kepada YAHUSHUA (Yesus) di mana Dia ingin makan Paskah.

(LAI-ITB)

Mat 26:17Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Mat 26:18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”

Mat 26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Mat 26:20Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Mat 26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Hari pertama perayaan roti tidak beragi menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 bulan Nisan 3790 (tanggal 4 April tahun 30 M pada sore hari), dan karena hari mulai dari jam 18.00 maka mestinya peristiwa ini terjadi tidak begitu lama dari jam 18.00 itu. Kemudian para murid diminta pergi ke kota (Yerusalem) ke rumah seseorang dan mempersiapkan makan Paskah di situ. Dan semestinya juga hanya butuh beberapa jam untuk mempersiapkannya. Jadi makan paskah itu terjadi pada awal2 hari dari tanggal 14 bulan Nisan 3790 sebab sesudahnya YAHUSHUA (Yesus) akan pergi ke Bukit Zaitun (Taman Getsemane) untuk bergumul dan akhirnya ditangkap oleh para prajurit Bait Suci. Perhatikan bahwa tanggal 14 ini bersesuaian dengan hari selasa malam, jadi Mesiah disalibkan pada hari rabu sore jam 15.00 tanggal 14 bulan Nisan 3790 atau tanggal 5 April 30 M bersamaan dengan saatnya disembelih Korban Petang.

(LAI-ITB)

Luk 23:44Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

Luk 23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

Luk 23:46Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Kel 29:38 “Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari.

Kel 29:39 Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja.

Kel 29:40 Dan beserta domba yang satu kauolah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur.

Kel 29:41Domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian dan korban curahannya pada waktu pagi harus engkau mengolahnya sebagai persembahan yang harum, suatu korban api-apian bagi TUHAN,

Kel 29:42suatu korban bakaran yang tetap di antara kamu turun-temurun, di depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN. Sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu.

Kel 29:43 Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku.

Sejarawan Yosephus menuliskan bahwa korban petang berlangsung pada jam ke sembilan (dihitung dari jam 06.00, berarti jam 15.00). Kegelapan memenuhi seluruh daerah di sekitar Yerusalem dari jam 12.00 sampai jam 15.00. Jadi kematian Mesiah bertepatan dengan pelaksanaan persembahan korban petang yang membuktikan makna signifikan bahwa Dialah korban kudus yang dikehendaki Bapa. Sebab pada Keluaran 29:42,43 menuliskan bahwa setelah korban petang itu YAHWEH akan bertemu dengan umat-Nya dan menguduskan mereka. Jadi Mesiah memang harus mati pada jam 15.00 sesuai tuntutan Taurat sebagai syarat bahwa YAHWEH mau menerima umat-Nya dan bertemu dengan mereka dan menguduskan mereka.

Di sini telah diperoleh informasi bahwa YAHUSHUA (Yesus) mati pada hari Rabu jam 15.00 dan karena Dia harus benar-benar 72 jam di perut bumi maka Dia harus bangkit pada jam 15.00 hari Sabtu (Sabat) dan dibuktikan oleh Maria Magdalena yang mendatangi kuburan-Nya pada sore hari setelah jam 18.00 hari Sabtu (hari pertama minggu itu) bahwa waktu itu Yesus telah bangkit. Maka tidak ada keraguan bahwa Yesus bangkit pada hari Sabat, hari yang istimewa bagi umat percaya untuk mengkhususkan diri mereka bersekutu dengan YAHWEH dan memberi makna bahwa kebangkitan-Nya adalah kemenangan atas dosa dan waktu beristirahat yang sungguh-sungguh memberkati umat manusia, sebab hari Sabat diciptakan untuk umat manusia.

Semoga artikel ini memberkati Anda.

“Oh, hwhy, aku sungguh-sungguh

mengasihi-Mu dan kebenaran-Mu”

(Matius 6:33)

Oleh kemurahan-Nya, Danang Dwi Kristiyanto.

1Terjemahan Sabat dari kata Ibrani Sabbath mengacu pada Kitab Suci ILT oleh Yalensa dan Terjemahan Baru oleh LAI.

2Untuk lebih lengkap lihat artikel “Sabat yang Benar dan Alkitabiah”

 

Jika Anda ingin mendiskusikan artikel ini secara bebas dan tertutup dari publik, dipersilakan bergabung di Sekolah Filosofi El-Tsaddik (khusus kalangan sendiri)

http://diskusi.danangdk.co.cc/benarkah-yesus-mati-hari-jumat-dan-bangkit-hari-minggu-t2.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2012 in Doktrin/PA

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: