RSS

Supra X 125, Gigi 4 Ngedrop / Loyo ?

11 Agu

Motor Supra XR 125 (ilustrasi)

Motor saya Honda Supra XR 125, yang saya beli pada bulan Oktober 2008. Pengalaman awal menggunakan motor ini adalah perpindahan giginya yang keras, top speednya yang  jelek dan akselerasinya juga jelek terutama pada gigi 4. Bila pada kecepatan 80km/jam kita mulai pakai gigi 4 maka dengan tarikan tuas gas yang sama kecepatan akan turun kira-kira menjadi 70 km/jam. Lah, kalah dong dengan Jupiter Z yang kapasitas silindernya cuma 110 cc. Sedangkan perpindahan gigi keras terutama gigi 1 ke gigi 2. Kedua fakta ini sering dibicarakan di forum-forum.

Setelah kira-kira setahun saya menggunakan motor ini saya menemukan hal yang menarik. Sebenarnya kelemahan Supra XR 125 ini mempunyai penjelasan yang wajar. Untuk urusan pindah gigi yang keras dan kadang gagal, sebenarnya malah mempermudah kita untuk melakukan mengkopling dengan kaki kita. Jadi ada 2 tahap dalam perpindahan gigi, pertama kopling, melepaskan mesin dan transmisi baru kemudian perpindahan gigi transmisi. Kalau telah dicoba berulang-ulang akan terasa batas kopling dan pindah gigi. Kelebihan ini malah bisa kita pakai untuk melakukan kopling kaki tanpa harus kuatir  kita telah ‘kebablasan’ memasukkan gigi.

Untuk urusan gigi 4 saya menemukan fakta bahwa kecepatan rekomendasi dari AHM terlihat pada ‘speedometer’. Gigi 1 sampai 40 km/jam, gigi 2 sampai 70 km/jam, gigi 3 sampai kira2 95-100 km/jam, yang terakhir gigi 4 100 km/jam ke atas. Saya mencoba untuk memaksimalkan kecepatan masing-masing gigi transmisi sampai mesin terdengar ‘nggereng’ alias meraung-raung. Ini hasilnya, gigi 1 sampai 30 km/jam, gigi 2 sampai 70 km/jam, gigi 4 sampai 100 km/jam, gigi 4 100 km/jam ke atas. Dengan gigi 4 saya dapat mencapai kecepatan 110 km/jam dengan mudah, dengan tarikan gas sedikit saya , belum maksimal.

Hal yang saya sarankan adalah: ada 2 metode pemakaian motor Supra XR125

1. Bila Anda pengin ngirit bensin, tidak ingin ngebut, tidak ingin banyak berakselerasi, pengin santai-santai maka  pakai perpindahan gigi ini : gigi 1 sampai 20 km/jam, gigi2 sampai 40 km/jam, gigi 3 70 km/jam trus pindah gigi 4.

2. Bila Anda pengin performance dari motor Anda, gunakan sesuai yang saya lakukan: gigi 1 sampai 30/40 km/jam, gigi 2 sampai 70 km/jam, gigi 3 sampai 95/100 km/jam , gigi 4 100 km/jam ke atas. Mesin akan sering terdengar meraung2 namun itu hal yang wajar karena mesin akan berputar pada 7.500 rpm yang mencapai torsi optimum dari mesin. Oh iya, jangan menarik tuas gas secara mendadak, tariklah sedikit-demi sedikit sampai dicapai kecepatan yang disarankan. Apabila gas ditarik mendadak bensin akan boros dan kecepatan optimum tidak akan tercapai.

Demikianlah pengalaman saya.

Sekarang saya puas dengan motor ini, bagi saya Jupiter Z yang sering diisukan lebih baik daripada Supra X 125 tidak ada apa-apanya. Terutama masalah betapa ‘nggereng’nya Jupiter Z dengan kecepatan yang setara kecepatan di atas.

Semoga berguna buat kita semua

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 11, 2012 in Otomotif

 

Tag: , ,

2 responses to “Supra X 125, Gigi 4 Ngedrop / Loyo ?

  1. suryoputrowaskito

    Maret 24, 2014 at 2:45 am

    wah detail banget pengalamannya pak Danang ingin urun rembug ajah setahu saya gigi 4 hanya digunakan untuk menurunkan rpm mesin (overdrive) agar mesin awet dan konsumsi bahan bakar lebih irit, lain kasusnya dengan di arena balap, sama seperti pengalaman saya pakai suzuki smash udah tak ganti CDI dual ban ma Koil racing hasilnya gigi 4 tetep ga bertenaga,

     
  2. motorindo

    April 17, 2014 at 12:45 am

    TIPS

    berdasarkan pengalaman saya, “PEMAKSAAN tu sama aja REYEN ulang”

    supra fit merah GAGAL REYEN
    1: 20
    2: 45
    3: 70
    4: 100

    setelah di PAKSA selama 1 tahun
    1: 30
    2: 50
    3: 80
    4: 108

    top speed naik 8 km/jam dengan trek yang sama

    motor dijual

    trus beli lagi supra fit biru SUKSES REYEN
    tanpa perlu PAKSAAN
    1: 30
    2: 50
    3: 80
    4: 108

    terbukti bahwa PEMAKSAAN itu sama dengan REYEN ulang
    cepat lambat proses tergantung intensitas PEMAKSAAN

    NB :

    Pengalaman Pribadi Supra 125 Karbu,
    2007-2009 : topspeed 120 km/jam on SPEEDO, PAKSAAN hanya akan meningkatkan TORSI
    2007-2009 : akselerasi terbaik di RPM rendah, biasa dikatakan “gas e galak atau gas nya menghentak” dan cocok buat boncengan

    2010-2011 : topspeed 130 km/jam on SPEEDO, PAKSAAN akan meningkatkan POWER
    2010-2011 : akselerasi terbaik di RPM menengah ke atas, jadi awalan nya loyo dan TIDAK cocok untuk boncengan

    Saya kurang tau alasannya, itu berhubungan dengan settingan pabrik dan mungkin saja pabrik merubah beberapa komponen tanpa memberitahukannya kepada masyarakat

    yang jelas ini kondisi SUKSES REYEN, kalo GAGAL REYEN silahkan di PAKSA sendiri

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: