RSS

Orthodox Judaism: Hakekat Manusia

10 Agu

Berkenaan dengan hakekat manusia, Yudaisme tidak memiliki dogma yang jelas sebab merupakan konsep yang abstrak dan karenanya mengijinkan berbagai pendapat pribadi. Namun tetap ada pandangan umum yang diterima oleh berbagai kalangan Yudaisme.

Alkitab menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam gambar dan rupa ilahi, namun apa maksudnya itu?

Yang jelas, manusia tidak diciptakan menurut gambaran fisik elohim, karena Tuhan tidak memiliki tubuh fisik. Yudaisme secara tegas menyatakan bahwa Tuhan itu tidak berbentuk dan tidak terlihat. RAMBAN menyatakan bahwa kata ibrani yang berarti ‘segambar’ dalam Kejadian 1:27 tidak menunjukkan bentuk fisik apapun. Kata “tzelem” yang dipakai memberi arti hakekat dari sesuatu, sama seperti yang dipakai dalam mazmur 73:20 “rupa (tzel’mam) mereka Kaupandang hina.” Tuhan memandang rendah hakekat manusia berdosa namun Dia tidak memandang hina tubuh fisik manusia. Sedangkan kata yang dipakai untuk menuliskan (tampilan) tubuh fisik menurut RAMBAN adalah “to’ar” sama seperti yang dipakai dalam Kejadian 39:6 “Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya (to’ar) . Sedangkan kata ‘serupa’ menggunakan kata “damut” yang bermakna “mirip” dan tidak membahas tentang bentuk fisik yang kelihatan. Sebagai contoh “dia seperti (damuno) seekor singa” dalam Mazmur 17:12 merujuk bukan kepada keserupaan bentuk namun kepada keserupaan hakekat.

Lalu hakekat manusia apakah yang menunjukkan keserupaan dengan Yahweh itu? Rashi (Rabbi Shlomo Yitzchaki, sarjana Yahudi terkemuka abad pertengahan) menjelaskan bahwa manusia serupa dengan elohim karena manusia dapat memahami dan memutuskan sesuatu (kehendak bebas, membedakan). RAMBAN menjelaskan bahwa dengan kemampuan intelektualitas kita sanggup “melihat” tanpa harus menggunakan panca indera kita (salah satunya imajinasi) sama seperti Tuhan, sanggup melihat tanpa harus menggunakan panca indera (mata).

Dualisme Hakekat Manusia

Dalam Kejadian 2:7 dikatakan bahwa Tuhan membentuk (vayyitzer) manusia. Pengucapan kata vayyitzer bukanlah pengucapan yang biasa dalam bahasa Ibrani. Dalam kata ini menggunakan dua huruf yod sedangkan biasanya menggunakan hanya satu huruf yod. Para rabbi berpendapat bahwa kedua huruf yod ini menunjukkan keberadaan makna “yetzer” yang berarti impuls-impuls (dorongan/kecenderungan jamak) dan mengisyaratkan keberadaan dua kecenderungan (dua yod) yaitu dorongan yang baik (yetzer hatov) dan dorongan yang tidak baik/jahat (yetzer hara).

Yetzer hatov adalah kesadaran moral, suara hati nurani yang mengingatkan manusia tentang hukum-hukum Yahweh ketika manusia melanggar kebenaran. Ada yang berpendapat bahwa yetzer tov tidak muncul/dimiliki manusia sebelum berumur 13 tahun, yaitu ketika mereka dianggap sudah bertanggung jawab untuk mengikuti perintah-perintah Torah. Biasanya dirayakan dengan perayaan Bar Mitzvah.

Bagi para rabbi, orang-orang dewasa dibedakan dari anak-anak berdasarkan keberadaan yetzer hatov, yang mengendalikan dan mengarahkan kecenderungan-kecenderungan yang sudah ada pada diri anak-anak. Anak-anak mampu memilih apa yang disukai dan membuatnya memiliki banyak hal, namun mereka belum dapat bertanggung jawab dalam hal komitmen pernikahan (ataupun komitmen relasi yang lain) atau tanggung jawab untuk mandiri secara keuangan (melakukan pekerjaan/bisnis).

Yetzer hara (dorongan tidak baik) jauh lebih sulit didefinisikan karena ada banyak pemahaman berkaitan dengan itu, beberapa saling bertentangan. Dorongan ini tidaklah seperti dorongan untuk melakukan kejahatan, namun lebih tepat jika didefinisikan sebagai naluri alamiah (nafsu alami). Dorongan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri (makanan, pakaian, tempat tinggal, pasangan hidup/relasi seksual, dll). Konsep Yetzer hara tidak terlalu membahas tentang konsekuensi moral yang terjadi karena pemenuhan kebutuhan pribadi tersebut (beberapa tindakan bisa didefinisikan sebagai kejahatan).

Yetzer hara tidak bisa dianggap sesuatu yang jahat. Dorongan itu diciptakan oleh Tuhan dan semua yang diciptakan oleh Tuhan adalah baik (Kejadian 1:31). Talmud mengajarkan bahwa tanpa keberadaan yetzer hara (dorongan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri) maka manusia tidak akan membangun rumah, menikah, melahirkan anak-anak atau melakukan pekerjaan yang menopang kebutuhan hidup. Namun yetzer hara berpotensi besar untuk menjadi tindakan yang jahat jika tidak dikendalikan oleh yetzer hatov (bd Genesis Rabbah 9:7). Tidak ada yang salah dengan rasa lapar namun dorongan itu bisa membuat orang untuk mencuri makanan. Tidak ada yang salah dengan naluri seksual namun bisa mendorong manusia melakukan pemerkosaan, perzinahan, dan segala bentuk perilaku seksual yang bertentangan dengan kitab suci.

Secara umum yetzer hara dipandang sebagai dorongan yang berasal dari dalam diri manusia, bukan sebagai dorongan yang dipaksakan dari luar. Yudaisme tidak terlalu setuju kepada pandangan bahwa setanlah yang membuat manusia melakukan kejahatan, manusia bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Ada yang berpendapat bahwa yetzer hara dan setan adalah satu entitas yang sama, namun hal itu dipahami sebagai berikut, setan adalah personifikasi dari dorongan “jahat” dari dalam diri kita, bukan sebagai kuasa dari luar manusia yang mempengaruhi tindakan-tindakan manusia.

Manusia memiliki kemampuan untuk memilih dorongan mana dan sebatas apa, antara yetzer hatov ataukah yetzer hara. Seperti itulah pemahaman tentang kehendak bebas dalam Yudaisme. Talmud mengajarkan bahwa bahwa semua orang adalah keturunan Adam, namun orang tidak boleh menyalahkan nenek moyangnya berkaitan dengan kejahatannya sendiri. Semua orang memiliki kemampuan untuk memilih pilihannya sendiri dan masing-masing harus bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.

Sumber Para Rabbi

Tulisan para rabbi yang membahas tentang ini berasal dari tulisan Avot d’Rabbi Natan, pengajaran midrash dari abad ketiga dan merupakan pelengkap dari buku Yudaisme yang terkenal, Ethics of the Fathers. Pengajarannya adalah bahwa anak-anak dilahirkan dengan yetzer hara baru kemudian berkembang yetzer hatov yaitu pada usia 13 tahun. Pada saat masih di kandungan di dalam diri manusia berkembang yetzer hara sampai usia akil balik. Jika dia hendak melanggar hari shabbat  tidak akan ada (bukan orang melainkan hati nurani) yang menegur dia, jika dia hendak membunuh orang tidak ada yang menghambatnya, termasuk jika dia ingin melakukan dosa-dosa lain. Namun 13 tahun kemudian lahirlah yetzer hatov di dalam dirinya. Jika dia hendak melanggar hari Shabbat yetzer hatov akan menegur dia, “hi anak bodoh, tidak tahukah kamu bahwa ada tertulis, ‘barangsiapa tidak menguduskan shabbat akan dihukum mati’ ? (keluaran 31:14)” . Jika dia hendak membunuh, yetzer hatov akan menegur dia, “hi, anak bodoh, tidak tahukah kamu bahwa ada tertulis ‘Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia’ (Kejadian 9″6)”. Jika dia hendak melakukan dosa seksual, yetzer tov akan menegur dia, “hi, anak bodoh, tidak tahukah kamu bahwa ada tertulis,’pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.’ (Imamat 20:10) “. (Avot d’Rabbi Natan 16).

Para pemuda selepas usia 13 dianggap sudah memiliki yetzer hatov, namun pemahaman moral mereka dianggap belumlah kompleks dan dewasa, sebagian besar dasar sistem moral mereka lebih karena takut dihukum, bukan karena kesadaran sendiri yang mandiri, dan itu perlu proses. Namun setelah usia 13 seorang anak akan dianggap bertanggung jawab untuk setiap tindakannya.

Pengajaran midrash juga membahas perbedaan yetzer hatov dan yetser hara dengan interpretasi Pengkhotbah 4:13 “Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi.” Rashi yang hidup pada abad ke 11 mengajarkan interpretasi demikian:

Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat: ini adalah yetzer hatov dan terjemahan literalnya adalah anak2 bukan seorang muda, arti pentingnya adalah, yetzer hatov yang sudah dimiliki anak2 (usia 13) itu sangat berharga.

miskin: perut (yang kelaparan) akan lebih mentaati yetzer hara daripada yetzer tov.

berhikmat: yang memberikan kecerdasan untuk mengikuti jalan yang baik.

dari pada seorang raja tua tetapi bodoh: yetzer hara yang memerintah perut/tubuh

tua: ketika anak dilahirkan, yetzer hara ditaruh di dalam dirinya, seperti ada tertulis, “dosa sudah mengintip di depan pintu (Kejadian 4:7)”.

bodoh: karena mendorongnya untuk berbuat kejahatan.

yang tak mau diberi peringatan lagi: yetzer hara sudah menjadi tua, dan keras tidak bisa ditegur lagi.

Pustaka:

http://www.jewfaq.org/human.htm
http://www.myjewishlearning.com/life/Life_Events/BarBat_Mitzvah/About_BarBat_Mitzvah/Age_Requirement/Good_Inclination.shtml
http://www.sacred-texts.com
http://www.lookstein.org/nechama_parasha1_bereshit.htm

(to be continued…)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 10, 2012 in Orthodox Judaism

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: