RSS

Sifat-sifat Yahuweh

24 Jul

Berbagai aliran Yudaisme kebanyakan memiliki perspektif yang sama berkenaan dengan sifat-sifat Yahuweh.

1. Yahuweh itu ada.

Keberadaan Yahuweh diterima sebagai fakta yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Bukti-bukti tidaklah diperlukan dan memang tak ada yang berniat menyediakannya. Torah dimulai dengan pernyataan “Pada mulanya, Yahuweh menciptakan …”. Torah tidak memberitahu siapa Yahuweh itu atau bagaimana Dia memiliki awal dan diciptakan. Secara umum Yudaisme memandang bahwa keberadaan Yahuweh adalah syarat utama keberadaan alam semesta. Bukti-bukti keberadaan alam semesta yang bisa kita amati adalah bukti yang cukup bahwa Yahuweh itu memang ada.

2. Yahuweh itu satu.

Salah satu iman paling dasar dalam Yudaisme, yang diucapkan sehari dua kali dalam doa, adalah Shema, “Dengarlah wahai Israel, Yahuweh itu Tuhan kita, Yahuweh itu satu adanya”. Konsep ini bisa dijabarkan dalam beberapa hal:

2.a. Hanya ada satu Tuhan, yaitu Yahuweh. Tidak ada selain Dia yang terlibat dalam peristiwa penciptaan alam semesta.
2.b. Yahuweh itu satu kesatuan. Dia itu sosok perwujudan yang satu, lengkap dan tak terpisahkan. Dia tidak bisa dibagi-bagi atau dijelaskan dengan atribut-atribut. Segala usaha untuk menerapkan atribut pada Yahuweh hanyalah cara manusia yang tidak sempurna untuk memahami yang tidak bisa dipahami.
2.c. Yahuweh adalah satu-satunya sosok pribadi yang kepada-Nya kita pantas memberikan pujian dan sembah. Doa Shema juga bisa diterjemahkan “… Yahuweh itu Tuhan kita, hanya Yahuweh saja …”. Tidak ada Tuhan selain Yahuweh, dan kita tidak boleh berdoa kepada yang lain.

3. Yahuweh adalah pencipta segala sesuatu.

Segala sesuatu di dalam alam semesta diciptakan oleh Yahuweh dan hanya oleh Yahuweh. Yudaisme menolak segala pernyataan yang bertentangan dengan itu, misal kejahatan diciptakan oleh Setan atau dewa-dewa lain. Segala sesuatu berasal dari Yahuweh, sama seperti yang dikatakan oleh Yesaya:” ” (Yesaya 45:6-7)

ITB-LAI
Yes 45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
Yes 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Kitab Suci ILT
Yes 45:6  supaya mereka dapat mengetahui dari timur sampai ke barat, bahwa selain Aku, tidak ada yang lain; Akulah YAHWEH  dan tidak ada yang lain,
Yes 45:7  yang membentuk terang dan menciptakan kegelapan, yang membuat kemujuran dan menciptakan kemalangan, Aku, YAHWEH, yang melakukan semua ini.

The Scriptures 1998+
Yes 45:6  so that they know from the rising of the sun to its setting that there is none but Me. I am יהוה, and there is none else,
Yes 45:7  forming light and creating darkness, making peace and creating evil. I, יהוה, do all these.’

Evil, kejahatan juga adalah ciptaan Yahuweh.

4. Yahuweh itu tidak memiliki wujud yang bisa dilihat.

Walau banyak bagian dalam kitab suci dan Talmud menuliskan tentang berbagai anggota badan yang dimiliki Yahuweh (tangan Yahuweh, sayap Yahuweh) atau menuliskan Yahuweh sebagai manusia (misal berjalan di taman Eden, Dia meletakkan Tefilin (tulisan hukum Torah yang dipakai di dahi)), Yudaisme secara tegas menyatakan bahwa Dia tidak mempunyai tubuh. Setiap referensi kepada tubuh-Nya adalah fitur-fitur sastra dan tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Metode itu digunakan supaya tindakan Yahuweh bisa dengan mudah dipahami oleh para makhluk yang tinggal di dalam dunia materi. Guide for the Perplexed (Panduan bagi Orang yang Bingung) yang ditulis oleh RAMBAN sebagian besar menjelaskan referensi-referensi sifat2 manusiawi dari Yahuweh dan membuktikannya sebagai bentuk2 kiasan saja. Yudaisme melarang representasi atau perwujudan Yahuweh dalam bentuk fisik. Segala bentuk fisik sebagai perwujudan Yahuweh dianggap sebagai berhala kenajisan. Dosa bangsa Israel berkenaan dengan anak lembu emas pada zaman Mosheh bukanlah karena mereka memilih tuhan yang lain, melainkan karena karena mereka berusaha mewujudkan Yahuweh itu dalam bentuk patung (Keluaran 32).

5. Yahuweh itu bukanlah pria atau wanita, dia tidak memiliki jenis kelamin.

Konsep ini adalah konsekuensi logis bahwa Yahuweh tidak memiliki bentuk fisik, dan karenanya tidak memiliki alat kelamin. Yahuweh memiliki atribut lelaki dalam bahasa Ibrani semata-mata karena untuk kemudahan, sebab bahasa Ibrani tidak memiliki definisi jenis kelamin yang netral, Yahuweh tidaklah lebih bersifat lelaki daripada meja. Sekalipun seringkali Yahuweh disebut dengan definisi lelaki, ada juga penyebutan Yahuweh dengan definisi perempuan. Shechinah, manifestasi Yahuweh yang mengisi seluruh alam semesta dituliskan dengan definisi perempuan, kata Shechinah memiliki sifat definisi perempuan (akhiran ah).

6. Yahuweh itu Maha Hadir

Yahuweh berada di segala tempat di setiap waktu. Dia mengisi seluruh alam semesta dan bahkan melebihi dimensi ukuran yang terdefinisi dari alam semesta. Dia selalu dekat dengan kita, sehingga bisa memanggil pertolongan-Nya setiap saat dan Dia melihat segala yang kita lakukan. Yahuweh itu bersifat universal, Dia bukan hanya Tuhan bagi bangsa Yahudi, Dia adalah Tuhan dari segala bangsa.

7. Yahuweh itu Maha Kuasa.

Yahuweh bisa melakukan apapun/segala sesuatu. Satu-satunya yang tidak bisa dilakukan Yahuweh adalah takut akan Dia sebab hal itu berhubungan dengan kehendak bebas, Dia tidak bisa memaksa kita untuk taat kepada-Nya (tentu saja hal karena manusia diciptakan seperti Dia dengan kehendak bebas, menghormati kehendak bebas manusia berarti Yahuweh sedang menghormati diri-Nya sendiri dan menjadi pribadi yang konsisten; tambahan penulis, DDK). Sifat-Nya yang maha kuasa tentu menjadi pergumulan orang-orang Yahudi ketika mereka dianiaya, namun mereka selalu meyakini bahwa segala aniaya itu diizinkan terjadi karena suatu alasan yang sulit dipahami karena keterbasan pikiran manusiawi.

8. Yahuweh itu Maha Tahu.

Yahuweh mengetahui segala sesuatu, baik yang terjadi di masa lampau, masa kini dan masa mendatang. Dia mengetahui segala pikiran kita.

9. Yahuweh itu Kekal.

Yahuweh itu melampau waktu (di luar kerangka acuan vektor waktu; DDK). Dia tidak memiliki awal dan juga tidak memiliki akhir. Dia akan selalu ada untuk memenuhi janji-Nya. Ketika Mosheh menanyakan nama-Nya, Dia menjawab “Ehyeh asher ehyeh.” Ungkapan itu sering diterjemahkan “Aku adalah Aku”, namun kata “ehyeh” bisa memiliki makna kehadiran sekarang ini dan kehadiran di masa mendatang, sehingga nama-Nya bisa berarti “Aku (yang) sekarang ini sama dengan Aku yang ada di masa mendatang” atau “Aku kelak akan menjadi sama seperti yang mana aku akan jadi”. Dualisme makna ini sering dipahami sebagai sifat alami dari Yahuweh yang bermakna kekal, tidak berubah.

10. Yahuweh itu adil dan penuh belas kasihan.

Biasanya orang sulit memahami bahwa sifat ini berjalan bersama-sama. Namun Yahuweh memang begitu, dalam keadilan-Nya selalu ada belas kasihan-Nya, dalam belas kasihan-Nya tidak menghapus sifat keadilan-Nya. Keduanya berjalan seimbang sempurna. Kedua nama-Nya, yang bermakna adil dan belas kasihan dipakai dalam narasi penciptaan dan hal itu menunjukkan keseimbangan itu, dunia ini ditopang oleh keadilan dan belas kasihan-Nya.

11. Yahuweh itu kudus dan sempurna.

Yahuweh sering dipanggil dengan sebutan “Ha-Kadosh, Barukh Hu” yang artinya “Yang (Maha) Kudus, diberkatilah Engkau”

12. Aveinu Malkeinu: Yahuweh itu Bapa kita dan Raja kita.

Yudaisme memandang bahwa semua manusia adalah anak-anak dari Yahuweh. Pernyataan ini terkandung dalam liturgi ibadah Yudaisme. Talmud mengajarkan bahwa ada tiga pribadi  yang andil dalam pembentukan bayi: ayah, ibu dan Yahuweh. Ayah dan Ibu menyediakan tubuh fisik, dan Yahuweh memberikan jiwa, watak dan kecerdasan. Talmud juga mengajarkan bahwa salah satu pemberian terbesar dari Yahuweh kepada umat manusia adalah kesadaran dan pengetahuan bahwa kita semua adalah anak-anak-Nya dan diciptakan menurut gambaran-Nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2012 in Orthodox Judaism

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: