RSS

Ringkasan Iman Yudaisme

23 Jul

Sebenarnya Yudaisme tidak mempunyai dogma khusus, tidak ada standar formal berkaitan dengan apa yang dipercayai. Dalam Yudaisme tindakan lebih penting daripada apa yang dipercayai, namun tentu saja ada bagian dalam Yudaisme yang membahas tentang apa yang dipercayai.

Secara umum, penganut Yudaisme mengakui daftar yang disusun oleh Rabbi Moshe ben Maimon (RAMBAN) atau Maimonides, seorang sarjana Yahudi abad pertengahan. Maimonides menyatakan bahwa minimal ada 13 prinsip yang harus dipercayai dalam Yudaisme: (Yudaisme melarang menuliskan YHWH selain dalam Torah, dan menggantikannya dengan HaShem atau G-D)

1. Yahuweh itu ada.

2. Yahuweh itu satu (Echad) dan unik.

3. Yahuweh itu tidak memiliki bentuk fisik.

4. Yahuweh itu kekal.

5. Setiap doa hanya boleh ditujukan kepada Yahuweh saja, tidak boleh kepada yang lain.

6. Setiap kata dari para nabi adalah benar.

7. Nubuatan Mosheh (Musa) adalah benar, Mosheh adalah nabi terbesar.

8. Torah yang Tertulis (Pentateuch, 5 kitab pertama alkitab) dan Toral Lisan (sekarang tertulis dalam kitab Talmud dan beberapa kitab lain) diberikan kepada Mosheh.

9. Kelak tidak akan ada lagi Torah yang lain.

10. Yahuweh mengetahui segala pikiran dan perbuatan manusia.

11. Yahuweh akan membalas segala perbuatan baik dengan kebaikan dan menghukum orang-orang jahat.

12. Massiah akan datang kelak.

13. Orang-orang mati akan dibangkitkan.

Prinsip-prinsip di atas dianut oleh Orthodos Judaism sedangkan kalangan Yudaisme liberal atau Yudaisme reform tidak mempercayai beberapa dari prinsip di atas.

Tidak seperti agama-agama lain, Yudaisme tidak terlalu banyak membahas konsep-konsep abstrak kosmologi. Tentu saja kaum Yahudi juga memikirkan tentang sifat2 Yahuweh, manusia, tentang alam semesta, kehidupan masa kini dan setelah kematian, dll namun tidak ada keharusan untuk mempercayai suatu penjelasan definitif. Yudaisme lebih berfokus pada tindakan daripada apa yang dipercayai. Tentu ada ruang untuk pendapat-pendapat pribadi namun secara umum 13 prinsip di atas telah merangkum semuanya.

Yudaisme berfokus pada relasi-relasi, relasi antara Yahuweh dan umat manusia. antara Yahuweh dan orang-orang Yahudi, relasi antara orang Yahudi dan tanah Israel, dan relasi antara sesama manusia.

Kitab Suci menjelaskan bagaimana berkembangnya relasi-relasi ini. Pada waktu penciptaan, terjadinya relasi antara Yahuweh dan Abraham, terjadinya relasi antara Yahuweh dan bangsa Ibrani dan seterusnya. Kitab Suci juga menjelaskan adanya tindakan-tindakan sebagai konsekuensi dari relasi itu dan dilakukan oleh kedua belah pihak. Namun berbagai aliran Yudaisme memiliki pandangan yang berbeda berkenaan dengan sifat dari konsekuensi  relasi-relasi itu. Yudaisme Orthodox memandang bahwa konsekuensi itu adalah absolut, hukum-hukum yang berasal dari Yahuweh yang tidak dapat diubah. Yudaisme Konservatif memandang bahwa hukum-hukum Yahuweh itu akan berubah seiring waktu dan berkembang dengan relevansi zaman. Yudaisme Reformasi atau Yudaisme Rekontruksi berpandangan bahwa semua definisi di atas adalah pedoman-pedoman dan orang bebas memilih apakah akan mengikutinya atau tidak.

Lalu, seperti apakah tindakan-tindakan yang harus dilakukan itu ? Yudaisme Orthodox menyebutkan 613 perintah Torah yang diberikan oleh Yahuweh, perintah2 para rabi dan tradisi2 para tua-tua. Secara lebih dalam akan dibahas dalam artikel berkenaan dengan Halakah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 23, 2012 in Orthodox Judaism

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: