RSS

Pengakuan Dosa sebagai Senjata Rohani

Oleh Danang DK, Sekolah Filosofi El-Tsaddik, Senin, 21 September 2015, Jam 14:18

Ketika seseorang mengikat perjanjian dengan Tuhan untuk menjadi umat-Nya, sebenarnya itu juga menandai perubahan statusnya. Status anak setan berubah menjadi anak Tuhan. Dia menerima benih (BEN) elohim di dalam dirinya (1 Yoh 3:9). Selain menerima meterai keselamatan untuk masuk surga dia juga mendeklarasikan kepada dunia roh bahwa dia sekarang menjadi musuh setan sang pendakwa. Sejak saat itu dia masuk daftar target setan, dengan alasan-alasan berikut ini: 1) untuk menguji apa dia benar-benar didiami Roh Tuhan, sebab jika cuma deklarasi di mulut saja dia belum tentu lahir baru dan setan masih bisa menariknya kembali ke dalam kerajaannya. Oleh karena itu kita menjumpai orang-orang yang sudah melayani tuhan bisa menyangkal Kristus. Mereka yang pernah memberitakan kabar baik pun bisa begitu, bukan hanya orang awam bahkan mereka yang bergelar teologi pun ada. 2) Jika dia didiami Roh Tuhan maka setan akan berusaha supaya dia tidak berbuah, tidak dekat dengan Tuhan.

Permusuhan ini juga digambarkan oleh Efesus 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara“. Dan karena realita inilah Tuhan memberikan perlengkapan perang di dalam perikop ini juga. Kali ini penulis akan berfokus kepada satu senjata rohani yaitu pedang Roh. Efe 6:17 “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Elohim”. Bagaimana menggunakan senjata berjenis pedang Roh ini?

Pedang berfungsi untuk menyerang, merobek, merusak pertahanan musuh. Pedang yang teracung adalah tanda deklarasi perang, 1 Tawarikh 21:16 “Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua”. Pedang Roh sejatinya adalah setiap perkataan Elohim yang sudah dituliskan oleh para utusan-Nya. Ketika menghadapi pencobaan, massiah selalu menggunakan perkataan Elohim di dalam Torah/Tanakh untuk melawan kuasa dosa (Matius 4). Kalo teladan ini kita bisa melihat bahwa setan bisa dilawan dengan mengutip perkataan Elohim. Dan tentu saja kita harus tahu mana perkataan yang efektif untuk melawan setan. Kalo godaan soal kebutuhan kita harus menggunakan janji pencukupan dari Elohim, kalo kita mendengar godaan soal keangkuhan kita harus menggunakan perkataan Elohim tentang sikap hati yang benar di hadapan-Nya.

Setan selalu menyerang kita menggunakan perkataan muslihat, selalu begitu sejak pertama kali dia mencobai Adam dan Hawa. Hal ini bersesuaian dengan namanya di dalam Alkitab, HaSatan, yang diterjemahkan sang pendakwa. Sebuah dakwaan dalam persidangan hanya bisa terjadi kalau ada kesalahan yang ditemukan sesuai kitab undang-undang. Begitu pula setan hanya bisa mendakwa kita jika kita memang mempunyai kesalahan/dosa. Maka sistem nilai yang perlu dibangun adalah apabila kita mendengar dakwaan setan kita mesti meneliti hidup kita dan belajar menggunakan pedang Roh yang tertulis di dalam 1 Yohanes 1:9 “1Yo 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Apabila kita mengakui dosa kita, tak butuh waktu lama dakwaan-dakwaan itu akan hilang dengan sendirinya. Jika kita tidak bersalah, di dakwa seribu kalipun kita akan divonis bebas.

Mengenali Dakwaan

Sebelum kita maju berperang kita harus memahami musuh kita dahulu, kekuatannya di mana kelemahannya di mana. Sebelum legiun pasukan maju perang, intelijen harus mengumpulkan data-data dulu. Bagian mana dalam diri kita yang rentan diserang, dan apabila serangan datang senjata mana yang efektif melumpuhkan. Massiah dalam kemanusiaan-Nya dicobai dalam tiga hal penting, kebutuhan, keinginan keindahan dan keangkuhan hidup, seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 2:16 “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. “ Oleh karena itu kita juga akan dicobai dalam ketiga hal pokok ini. Apabila kita sedang membutuhkan sesuatu dan kita tidak bisa memperolehnya sendiri maka akan muncul kesempatan-kesempatan untuk memperolehnya dengan cara-cara yang tidak alkitabiah. Bila orang membutuhkan uang dia menemukan kesempatan untuk memperoleh uang dengan cara mengambil milik orang lain sebagai contoh mencuri, merampok dsb. Tentu saja torah sudah menuliskan “jangan mengingini milik sesamamu”, Keluaran 20:17, Ulangan 5:21. Pelanggaran ini adalah sasaran empuk bagi dakwaan setan. Dan begitu seterusnya untuk jenis dosa-dosa yang lain.

Nah sebenarnya dakwaan ini disampaikan kepada kita melalui suara-suara kecil di dalam hati. Damai sejahtera adalah tanda penyertaan Tuhan, Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Apabila hati kita merasakan perasaan bersalah sebaiknya kita menguji hati kita siapa tahu kita mempunyai suatu dosa yang harus dibereskan. 1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Elohim; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Perasaan bersalah bisa merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita segera mengakui dosa tetapi bisa juga dakwaan setan. Keduanya bisa dibedakan dengan mudah sebenarnya, perasaan bersalah yang dari Tuhan akan selalu mendorong kita untuk berdoa dan meminta ampun kepada Elohim. Sedang perasaan bersalah dari setan akan mengintimidasi kita bahkan selalu mengatai kita bahwa kita ini orang berdosa yang tidak pantas diampuni, kita terus menerus melakukan dosa yang sama berulang kali dan tuhan sudah bosan mengampuni kita, atau juga menyuruh kita malu masak minta ampun terus tapi tidak berubah. Intinya, perasaan bersalah yang menyuruh kita meratap tapi tidak menyuruh kita untuk mengakui dosa berasal dari setan. Yehuda Yiskariot meratapi pengkhianatannya dengan menyerahkan massiah kepada tentara bait suci, tapi dia tidak mengakui dosanya kepada Tuhan dan dibutakan akan jalan pengampunan itu, berbeda dengan seorang penyamun yang sadar ada jalan ke Firdaus tanpa seorangpun bicara padanya. Roh setan mendakwa Yehuda Yiskariot sedangkan Roh Tuhan menginsafkan penyamun akan dosanya dan tergerak minta belas kasihan supaya boleh masuk Firdaus di saat terakhir hidupnya.

Kenalilah suara hati anda, kenali rasa bersalah dalam hati. Jika cuma menuduh tanpa memberi jalan kelepasan itu berasal dari setan. Jika mendorong untuk minta ampun kepada Tuhan maka anda sedang berbicara dengan Roh Tuhan.

Damai sejahtera adalah kelimpahan kehidupan yang Tuhan sediakan. Milikilah dalam hidup Anda, orang-orang percaya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 21, 2015 in Doktrin/PA

 

HPC (High Performance Compute) Cluster with MPI and ArchLinux

ApparatusD's Blog

The following is a simple guide to setting up a cluster server and nodes using ArchLinux.The advantage of this approach is the flexibility of setting up a computer capable of high speed parallel computation using commodity hardware.
The procedure will be generally similar for most Unix based systems.The preference for Arch is driven by its philosophy of keeping-it-simple.’Simple’ is defined from a technical standpoint, not a usability standpoint. It is better to be technically elegant with a higher learning curve, than to be easy to use, and technically crap.Thus for a base system that will be as lean and fast as possible the minimalist base Arch install is perfect for the task at hand.

Open MPI

The Open MPI Project is an open source MPI-2 implementation that is developed and maintained by a consortium of academic, research, and industry partners. Open MPI is therefore able to combine the expertise, technologies…

Lihat pos aslinya 722 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2015 in Uncategorized

 

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 12.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 3, 2015 in Uncategorized

 

Belajar Torah 2 Januari 2015

https://drive.google.com/file/d/0B0p5SnniQ6nnMkpDSk1WRTJ5dmM/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0B0p5SnniQ6nnMkpDSk1WRTJ5dmM/preview

Shabbat, 11 Tevet 5775

Kejadian 47:29-30

Kej 47:29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: “Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya tanganmu di bawah pangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,30 karena aku mau mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka.” Jawabnya: “Aku akan berbuat seperti katamu itu.”

Gen 47:29 And the time for Yisra’ĕl to die drew near, and he called his son Yosĕph and said to him, “Now if I have found favour in your eyes, please put your hand under my thigh, and show kindness and truth to me. Please do not bury me in Mitsrayim, 30 but I shall lie with my fathers, and you shall take me up out of Mitsrayim and bury me in their burial place.” And he said, “I do as you have said.”

29 וַיִּקְרְב֣וּ יְמֵֽי־יִשְׂרָאֵל֮ לָמוּת֒ וַיִּקְרָ֣א ׀ לִבְנ֣וֹ לְיוֹסֵ֗ף וַיֹּ֤אמֶר לוֹ֙ אִם־נָ֨א מָצָ֤אתִי חֵן֙ בְּעֵינֶ֔יךָ שִֽׂים־נָ֥א יָדְךָ֖ תַּ֣חַת יְרֵכִ֑י וְעָשִׂ֤יתָ עִמָּדִי֙ חֶ֣סֶד וֶאֱמֶ֔ת אַל־נָ֥א תִקְבְּרֵ֖נִי בְּמִצְרָֽיִם׃ 30 וְשָֽׁכַבְתִּי֙ עִם־אֲבֹתַ֔י וּנְשָׂאתַ֙נִי֙ מִמִּצְרַ֔יִם וּקְבַרְתַּ֖נִי בִּקְבֻרָתָ֑ם וַיֹּאמַ֕ר אָנֹכִ֖י אֶֽעֱשֶׂ֥ה כִדְבָרֶֽךָ׃ 31 וַיֹּ֗אמֶר הִשָּֽׁבְעָה֙ לִ֔י וַיִּשָּׁבַ֖ע ל֑וֹ וַיִּשְׁתַּ֥חוּ יִשְׂרָאֵ֖ל עַל־רֹ֥אשׁ הַמִּטָּֽה׃ פ

Yaakov merasa waktu kematiannya sudah dekat dan seperti tradisi para leluhurnya, dia mengumpulkan seluruh keturunannya dan memberikan kepada mereka nasehat-nasehat dan wasiat imannya. Salah satu wasiat imannya yang penting adalah berkaitan dengan penguburannya. Dia tidak mau dikubur di Mesir, tempat di mana dia belasan tahun menikmati kesejahteraan dan pemeliharaan Tuhan. Wasiat ini diberikan dengan cara yang luar biasa, yaitu bersumpah. Yosef diminta Yaakov untuk bersumpah, dan sumpah ini adalah juga sumpah yang khusus, mengapa? Sebab sumpah itu dilakukan dengan cara meletakkan tangan di bawah pangkal paha. Istilah “pangkal paha” mengingatkan kita akan peristiwa titik nadir yang dialami Yaakov, yaitu dia ketakutan luar biasa akan kematian. Bayang-bayang Esau di depannya membuatnya gemetar, segala akal liciknya, muslihatnya yang membuat Esau kehilangan berkat kesulungan teringat jelas di pikirannya, dia sedang membayangkan Esau sedang membawa 300 orang terlatih untuk menyongsong dan membunuhnya. Dia begitu takut akan dendam Esau kepadanya. Dia membagi rombongannya menjadi 3 bagian, yang paling depan adalah pemberian-pemberian bagi Esau, yang keduanya adalah harta sisa dan anak istrinya, lalu yang terakhir adalah dirinya sendiri. Sebuah tindakan pengecut, selaras dengan wataknya selama ini. Semestinya dia menemani anak istrinya dan siap membela mereka saat Esau bertemu mereka. Tindakannya mengisaratkan bahwa dia siap kehilangan harta dan keluarganya, namun tidak siap kehilangan hidupnya. Namun warisan iman Avraham dan Yitshaq mengajarkannya bagaimana bergumul dengan Tuhan. Bagaimana berseru kepada YHWH, Tuhan yang disembah leluhurnya supaya ia mendapat pertolongan pada waktunya. Dia paham bahwa memiliki perjanjian dg YHWH itu penting sekali. Karena itu dia ngotot, memaksa Tuhan untuk memberkatinya saat itu juga, dengan keyakinan bahwa ketika Tuhan berjanji, dia akan selamat dari tangan Esau. Ada dua cara Tuhan menjawab permintaan Yaakov, yang pertama adalah memukul pangkal pahanya sehingga dia pincang, tindakan ini memberikan makna bahwa Tuhan menghancurkan puncak kegagahan Yaakov yang selama ini diandalkannya, Dia menghancurkan satu-satunya kekuatan yang tersisa darinya. Jika hanya dia yang tersisa dia masih bisa melawan Esau sampai mati, namun ketika dia pincang dia kehilangan kesempatan untuk melawan Esau, selain meminta belas kasihannya. Tindakan ini berguna untuk menghancurkan ego Yaakov dan juga menumbuhkan belas kasihan di hati Esau supaya tidak membunuhnya. Tindakan yang kedua adalah mengganti nama Yaakov, yang semula berarti orang yang memegang tumit, sebuah istilah yang berarti pengkhianat, orang yang hanya berani main belakang, penuh akal licik, tipu muslihat. Sekarang namanya adalah Yisrael, yang berarti seorang pria yang telah melihat EL, Tuhan, dan juga bermakna seorang pria yang telah membuat EL berpaling kepadanya, mendengarkan permohonannya. Permohonan Yaakov didengar, dia tidak mati di tangan Esau, bahkan baru mati puluhan tahun kemudian di Mesir. Anak istrinya selamat, hartanya juga terus bertambah.

Bersumpah dengan meletakkan tangan di bawah pangkal paha mengingatkan Israel bahwa wasiatnya ada hubungannya dengan perjanjian waktu itu dengan Malaikat YHWH. Keselamatannya waktu itu ada hubungannya dengan janji YHWH kepada Avraham. YHWH berjanji bahwa kepada Avraham diberikan tanah Kanaan sebagai tanah pusaka. Tanah pemakaman gua makhpelah adalah tanda bagi Avraham bahwa seluruh Kanaan akan menjadi milik keturunannya. Keinginan Yaakov supaya dikuburkan di gua Makhpelah menunjukkan bahwa ia mempercayai hal yang sama seperti Avraham, Kanaan akan menjadi milik keturunannya.

Hal yang menarik berkaitan dengan ini adalah kutipan berikut, yang diambil dari kitab Keluaran 6:3,4 Dan Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub, sebagai EL Yang Mahakuasa, dan Nama-Ku YaHuWaH; bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka? 4 Dan Aku pun sudah meneguhkan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan tanah Kanaan kepada mereka, tanah pengembaraan yang telah mereka jelajahi. YHWH ternyata berjanji untuk memberikan Kanaan bukan hanya kepada keturunan Avraham, Yitshaq dan Yaakov melainkan juga Dia berjanji untuk memberikan Kanaan sebagai milik ketiganya. Ketiganya mati tanpa menerima penggenapan janji itu, karena itu hal ini memberi petunjuk bahwa suatu saat kelak mereka menerima hak milik itu. Sekarang mereka sudah mati, bagaimana mereka menerima hak milik itu? Hal ini hanya bisa dilakukan jika mereka hidup, karena itu ada petunjuk bahwa mereka pada suatu saat akan hidup kembali atau dihidupkan oleh Tuhan, bisa juga dengan kata lain, sekalipun mereka sudah mati, mereka masih hidup saat ini. Hidup fana di dunia sudah tidak mereka jalani, tetapi sekarang mereka menjalani suatu jenis hidup yang lain. Roh mereka tetap hidup sekalipun tubuh mereka sudah mati, esensi hidup manusia tidak terletak pada tubuhnya melainkan pada rohnya. Yaakov akan bersama-sama dengan para leluhurnya, mereka yang akan menerima hak milik kanaan, diapun akan menerima hak milik itu. Kematiannya tidak menghalangi dia untuk menerima hak milik itu. Dia meyakini suatu saat akan hidup kembali untuk menerima hak milik itu. 1 Orang yang erat dengan Tuhan melihat kematian sebagai perpindahan kehidupan, berpindah dari kehidupan fana yang mengenakan tubuh jasmani yang bisa mati dan mengenakan tubuh surgawi yang tidak bisa mati.

1Sanhedrin 90b, Talmud, quoting Exodus 6:4)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2015 in Doktrin/PA

 

The Name of Father from linguist perspektif

Why YA-hu-WAH?

11 Desember 2014 pukul 12:34

by Lashon Habrit

Why YA-hu-WAH and Yahweh, Yahwah, YeHoWeH, YeHoVAH,   etc. etc.

My strongest argument is by way of semantic approach.  What does YHWH mean?  I will begin with the authority of the Messiah when He says, “I Am (the Aleph and the Tau)-he who – Lives, and was Dead, and Behold, I am alive forever more.   To say this in Hebrew “I Am – he who – lives” How would you say this in Hebrew?  Like this.  HaYah-hu’-HaWah.  Now, Hebrew is an agglutinating language.  That means that Hebrew is one of those languages that “glues” words and expressions together.  In the agglutination process, words are reduced, or collapsed by rules we call bleeding rules whereby words are collapsed when brought together through anticipatory or peseverative sounds in their environments.  Anticipatory means giving way to anticipated sounds coming up afterward, and perseverative sounds are sounds made before that take over.  So there is overlapping and collapse.

So, in HaYah Hu’ HaWah, the Ha is dropped in HaYah and HaWah. That’s the first linguistic “bleeding” rule in fusing these 3 words. The “h” in Yah is dropped so as not to combine with the “h” in “hu'”, which is an anticipatory linguistic bleeding rule. Otherwise the double “h” would morph into a “hheth”, which is not seen in the tetragrammaton. Finally, the glottal stop aleph, which I represent by (‘) is dropped in anticipation of the W in Wah. Thus we have YA-hu-WAH and the meaning of the words are retained in their reduced forms. YA has enough of HaYah to pick up the meaning “I Am”. “hu” has enough of hu’ to pick up the meaning “he who”. Wah has enough of HaWah to pick up on the meaning “lives”. So this is my argument by semantics and agglutination.

My second argument is by process of elimination. Yahweh cannot be His name for several good reasons: (1) It breaks rule which Gesenius himself advanced, while ironically he accepted and used the name Yahweh. You cannot use “hey” as a vowel marker in the middle of a word. It must be pronounced and followed by a vowel. Gesenius, as we all do, had his share of blind sides. This was one of his; (2) Yahweh is in fact a word borrowed into English from Latin, not Hebrew. We spell it Jove, but is pronounced in Latin as Yahweh; (3) Jove is a variation of Jupiter. So on the basis of the first commandment, Yahweh is unacceptable.

Then there is the prosodic argument we have all heard by rhyme scheme. When YA-hu-DHAH was born, his mother Leiah said that she would call his name YA-hu-DHAH for she would yet Praise YA-hu-WAH. YA-hu-DHAH is meant to rhyme with YA-hu-WAH. In fact, it has been said, and it makes sense, that the DA-leth is what makes the meaning praise, since YA-hu-DHAH means “Praiser of YA-hu-WAH”.

Back to process of elimination: YahWah is also not acceptable for the first reason that YahWeh is not. It does not conform to that Hebrew grammar/pronciation rule about “hey” not being silent in the middle of a word.

IaHuWeH is not acceptable transliteration because even though our English letter “I” comes from Latin “I”, which comes from Greek Iota, which comes for Hebrew Yodh, the original Yodh was a consonant, and it has morphed into a vowel on its way into English. The English letter that now represents the sound of Yodh is “y” in its consonant form.

Also the suffix -weh has no meaning.

The notion that the name of the Creator is the sound of breathing in and breathing out is found no where in Scripture.

All of the letters of the tetragrammaton are consonants.

Although Yahuah is permissible, it is built on the false premise that there was no “w” in ancient Hebrew, which any historical linguist worth their salt will immediately reject out of hand. There was no “v” in original Hebrew, which eliminates Ye-HO-vah or YE-ho-VAH.

The Yeho- prefix in many names in Scripture is a shift from the original Yahu- prefix, which is still retained in names as a suffix, like MAT-tiyth-YAhu, ‘EL-i-YAhu, or YA-sha-YAhu.

The best rebuttal I know of for those who say YA-hu-WAH is a feminine noun and therefore cannot be the name of the Father is that the word “fathers” in Hebrew (abh) has a feminine form in the plural. That does not mean the word “abh-OTH” cannot mean “fathers”; it just means there is a lacking of the knowledge of parametric variations between English and Hebrew on the part of the person making such assumptions. And then there are people like Nehemyah Gordan that might be offended by the notion that he cannot be called Nehemyah because Nehemyah has a feminine ending.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2014 in Uncategorized

 

9,000 Photographs from 1800’s Palestine / Israel – with no trace of ‘Palestinians’

Palestine-Israel Conflict

Where ARE all those Palestinians, the proclaimed one million of them who lived in Israel before they were ‘displaced’? Nowhere.

Nowhere, because they never existed. And where are all the mosques for those “over 1 million Palestinians” who are suppose to have lived there already in the early 1800’s like “Palestinians” claim? If they had been 1 million at the turn of the Century, or even in 1920 after they began immigrating to fight the British, with their rapid population growth Palestine would consist of over 40 million people today and not 4 million. That alone proves the jihad lies. Their population is small because they are new invaders and occupiers who arrived late with an aim to commit jihad. They never lost land that was never theirs to begin with!

The British army permitted merely a few Ottomans to remain due to religious observations, the rest was Jewish. In…

Lihat pos aslinya 529 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2014 in Uncategorized

 

Kamus (Ngaco) Bahasa Korea

Kamus (Ngaco) Bahasa Korea
1. Apa Kabar? = Anyong Aseo
2. Sampai Jumpa = Anyong
3. Kurang Ajar = Monyong
4. Tidak Lurus = Men Chong
5. Pria Suka Dandan = Ben Chong
6. Belanja = Bao Rhong
7. Koreng = Bao Rhok
8. Merampok = Choo Long
9. Kereta Berkuda = An Dhong
10. Jual Mahal = Gheng Xi Dhong
11. Ngelamun = Bae Ngong
12. Cium Saya = Soon Dhong Yang
13. Ingin Disayang = Choo Pang Dhong
14. Mobil Mogok = Dho Rong Dhong
15. Nasi Dibungkus Daun Pisang = Lhon Thong
16. Bagian Belakang = Bho Khong
17. Masih Muda = Bron Dhong
18. Monyet Besar = King Khong
19. Gatal = Ga Ruk Dhong
20. Telur Asin = Ndok A Chin
21. Sendok Gede = Chen Thong
22. Celana Robek = Bho Lhong
23. Kepala Botak = Khin Clong
24. Orang Hitam = Goo Shong
25. Mulut = Moon Chong
26. Saringan Botol = Choo Rhong
27. Buah dg isi berambut = Don Dhong
28. Kelelawar Besar = Kha Long
29. Rambut Panjang = Ghon Drong
30. Saku Celana = Khan Thong
31. Kotoran Sapi = Lee Thong
32. Mayat = Po Chong
33. Terbakar = Kow Bhong
34. Kosong = Kow Phong
35. Pusar menonjol = Bo Dhong
36. Anak Kodok = Che Bhong
37. Wadah Air = Gen Thong

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2014 in Humor

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.161 pengikut lainnya