RSS

Kamus (Ngaco) Bahasa Korea

Kamus (Ngaco) Bahasa Korea
1. Apa Kabar? = Anyong Aseo
2. Sampai Jumpa = Anyong
3. Kurang Ajar = Monyong
4. Tidak Lurus = Men Chong
5. Pria Suka Dandan = Ben Chong
6. Belanja = Bao Rhong
7. Koreng = Bao Rhok
8. Merampok = Choo Long
9. Kereta Berkuda = An Dhong
10. Jual Mahal = Gheng Xi Dhong
11. Ngelamun = Bae Ngong
12. Cium Saya = Soon Dhong Yang
13. Ingin Disayang = Choo Pang Dhong
14. Mobil Mogok = Dho Rong Dhong
15. Nasi Dibungkus Daun Pisang = Lhon Thong
16. Bagian Belakang = Bho Khong
17. Masih Muda = Bron Dhong
18. Monyet Besar = King Khong
19. Gatal = Ga Ruk Dhong
20. Telur Asin = Ndok A Chin
21. Sendok Gede = Chen Thong
22. Celana Robek = Bho Lhong
23. Kepala Botak = Khin Clong
24. Orang Hitam = Goo Shong
25. Mulut = Moon Chong
26. Saringan Botol = Choo Rhong
27. Buah dg isi berambut = Don Dhong
28. Kelelawar Besar = Kha Long
29. Rambut Panjang = Ghon Drong
30. Saku Celana = Khan Thong
31. Kotoran Sapi = Lee Thong
32. Mayat = Po Chong
33. Terbakar = Kow Bhong
34. Kosong = Kow Phong
35. Pusar menonjol = Bo Dhong
36. Anak Kodok = Che Bhong
37. Wadah Air = Gen Thong

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2014 in Humor

 

Sony Head-Mounted Device allows users to step inside an Anime

Sony Head-Mounted Device allows users to step inside an Anime

danangdk:

Cool

Originally posted on RocketNews24:

Anime Japan 2013 had plenty of booths at Tokyo Big Sight advertising the latest anime and hawking related swag, but some companies also took the opportunity to showcase new technology that might be of interest to fans of animation.

View original 263 more words

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 28, 2014 in Uncategorized

 

Reinkarnasi, apa kata Alkitab?

GZB dan kawan2nya menyetujui reinkarnasi, alkitab menjawab dengan:

tak ada kelahiran kedua:
Ibr 9:27
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

copas
(Matt 17:11-13
Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
(Matt 17:12
dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
(Matt 17:13
Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

sebagian org memahami cerita diatas sebagai kelahiran kembali elia dalam wujud yohanes pembaptis

namun anggapan itu patah dgn ayat
(Matt 17:2
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

(Matt 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

jd secara roh, elia saja berbeda dgn yohanes pembaptis..d mana mungkin di anggap kelahiran kembali reinkarnasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 3, 2014 in Doktrin/PA

 

Dobri Dobrev, Pengemis Yang Saleh


Seorang kakek berusia 99 tahun, mengemis setiap hari di jalanan Sofia, Bulgaria, di depan Katedral Alexander Nevsky.

Dia lahir pada tanggal 20 Juli 1914 di desa Baylovo. Ayahnya meninggal dalam Perang Dunia I sehingga dia hanya dibesarkan oleh ibunya. Selama Perang Dunia II, kota Sofia mengalami pemboman hebat. Dobri Dobrev berada di dekat jatuhnya bom, akibatnya dia mengalami tuli di kedua telinganya. Selama puluhan tahun dia mendedikasikan hidupnya untuk kehidupan spiritual dan puncaknya pada tahun 2000, dia mendonasikan segala miliknya kepada gereja dan menjalani hidup sederhana dengan menumpang di gereja St. Cyril & Methodius, Baylovo. Dia menjalani gaya hidup asketisme dengan misi untuk memenuhi kebutuhan pemugaran gereja dan biara di Bulgaria dan karenanya dia sering disebut Santo Baylovo.

Selama puluhan tahun menjadi pengemis, dengan pakaian dan sepatu kulit buatan sendiri, berjalan 25 km setiap hari dari desanya di Baylovo ke kota Sofia, di sana dia mengemis seharian.

Sebagai seorang veteran perang dia memperoleh dana pensiun sebesar 80 euro , kira-kira US$ 100, tiap bulannya. Yang menarik adalah uang yang dia peroleh dari mengemis tidak dipakai sendiri. Dia mencukupkan diri dengan uang pensiunnya.

Semua uang yang dia kumpulkan selama bertahun-tahun, kurang lebih 40.000 euro , Rp 640.000.000, disumbangkan untuk memelihara anak-anak yatim piatu.

Gaya Hidup Asketisme, memikirkan kepentingan orang lain lebih daripada diri sendiri,saya salut,

sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dobri_Dobrev
http://www.viralnova.com/compassionate-homeless-person/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2014 in Kisah Inspiratif

 

Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama (AHOK)

Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama (AHOK)
————————————————————

Berikut saya posting kesaksian pak Basuki TP (A Hok) yang beredar di beberapa milis. Setiap orang memiliki pengalaman iman berbeda bagaimana Kristus mengubah hidup mereka dan menjadi panutan didalam hidup. Bukan suatu kebetulan kalau sayapun mendapat peneguhan melalui kisah nabi Yesaya setelah berkeliling ke berbagai pelosok negeri. Ya, ini aku utuslah aku (Yes 6:9). Itulah keputusan yang saya buat 8 tahun lalu saat masuk dunia politik. Dulu takutnya setengah mati, toh akhirnya masih bertahan sampai sekarang. Semoga dimanapun kita diutus kita tetap mengandalkan Kristus Sang Gembala Agung.

Joko Widodo bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama telah memenangkan putaran pertama PILKADA DKI Jakarta 11 Juli 2012. Ini adalaih kesaksian Basuki,

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided,segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin:

yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana.
Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola.
Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung.

Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras.

Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun.

Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil.

Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional.

Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

Semoga Bisa menginsipirasi sebagai pemuda GMIM sebagai Calon Pemimpin dimasa datang.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2014 in Perjuangan Iman

 

Simbol Messianik Yudaisme pada Masa Awal Abad Masehi Ditemukan

Sebuah sinagoga yang berasal dari abad pertama masehi telah ditemukan di Gunung Tzion. Artifak kuno yang ditemukan banyak mengandung sebuah simbol yang saat ini banyak dipakai oleh mereka yang menyebut diri Messianic Judaism. Simbol tersebut jika terlihat sepintas merupakan penggabungan 3 logo yaitu, menorah, bintang david dan ikan, namun jika dipisahkan sendiri2 nampaknya sebenarnya hanya ada dua simbol di situ.

2 simbol utama (referensi 2):

1. Menorah, adalah simbol agama Yahudi yang dipakai sejak zaman kuno. Merupakan simbol pelita minyak yang berupa tujuh obor yang berasal dari satu tungku. Simbol ini juga muncul dalam prasasti raja2 Asyur ketika mereka mengangkut perangkat Bait Elohim ke negeri mereka. Bangsa Israel dengan mudah dikenali dengan simbol ini.

2. Ikan, merupakan simbol kekristenan yang umum dipakai pada masa penganiayaan oleh orang2 Romawi. Simbol ini banyak dipakai oleh mereka orang Kristen yang berasal dari bangsa2 Non-Yahudi

Lalu bagaimana dengan simbol bintang David?

Simbol ini sejak lama dipake yudaisme mulai abad pertengahan, sebagai simbol agama maupun politik. Namun perlu diperhatikan juga bahwa simbol hexagram juga banyak dipakai penganut mistis. Dengan demikian akan lebih aman jika hanya memakai 2 simbol: menorah dan ikan. Kedua simbol ini melambangkan bersatunya 2 golongan penyembah YHWH yang berasal dari bangsa ibrani (menorah) dan bangsa2 non-yahudi (ikan).

Efe 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.
Efe 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

YHWH menciptakan sebuah keesaan jemaat yang baru, satu manusia baru yang terbentuk oleh dua kelompok yang berbeda. Orang Yahudi dan Non-Yahudi dalam satu tubuh Messiah. Gereja2 kristen non-yahudi saat ini seakan merasa bangga karena dijadikan sebuah bangsa israel baru keturunan Abraham dan menggantikan israel lama yang merupakan keturunan jasmani dari Abraham. Namun persepsi ini telah menyebabkan pemahaman yang keliru terhadap torah dan bangsa Yahudi, dan dampak yang paling kelihatan adalah munculnya sikap yang mempertentangkan antara Torah dan hukum kasih, padahal faktanya keduanya adalah satu, hukum kasih bersumber dari torah, menghapus salah satu sama saja mengingkari keduanya. …

(update bagian ini menyusul)

Kisah Penemuan

oleh Raymond Robert Fischer

Pada hari Jumat, 5 Februari 1999, kami sedang berkumpul di rumah Ludwig Schneider, Yerusalem. Ludwig Schneider adalah seorang pria yang kuat, wajah klasik Jerman, senyum cerah, dan menusuk, mata biru langit yang menawan. Vitalitas fisik yang jelas sekalipun usianya sudah mencapai 58 tahun .

Di sini kami meneliti beragam artefak kuno dari gunung Tzion yang sangat menarik. Benda pertama yang kami amati adalah sebongkah tembikar persegi seukuran batu bata, dan tertulis di sana dalam huruf aram kuno “untuk minyak urapan dari Roh Kudus”. Terdapat juga ukiran mata ikan di sana.

Selain itu kami juga melihat botol keramik kecil, dan diduga digunakan untuk menampung minyak urapan, dan awalnya telah di atas sebuah wadah pada “dudukan untuk minyak urapan.” Kedua, seperti semua artefak, yang ditemukan di tempat yang sama, di sebuah gua yang berdekatan dengan makam kuno Raja David.

Selain itu, ditemukan sisa-sisa pilar marmer kecil, dan lain-lain, sebuah lampu minyak kecil untuk upacara dan berbagai berbagai ukuran tembikar pecahan dengan guratan simbol Yudaisme Natsarim dengan cara dicat . Semua artefak ini terukir, diembos atau dicat dengan simbol yang sama, simbol yang tersusun dari tiga-bagian dari menorah, bintang David dan ikan.

Semua potongan-potongan yang ditemukan ini tidak diragukan lagi merupakan artefak yang otentik bahkan untuk mata awam sekalipun. Bagi Reuven, seorang sejarawan yang terlatih, arkeolog, pemahat, dan seorang peneliti kawakan dari sejarah gereja mula-mula dan sejarah abad pertama pada umumnya, potongan-potongan ini jelas asli.

Akhirnya, setelah kami berdua selesai memeriksa setiap artefak, istri Ludwig menyajikan kopi Turki yang kami nikmati, sambil Ludwig bercerita kisah menarik ini:

“Pada tahun 1990,” Ludwig memulai dalam bahasa Inggris yang baik, dibumbui dengan aksen Jerman tempo dulu yang terdengar menyenangkan, “saya berkenalan dengan Oteeoos Tech, seorang biarawan Ortodoks Yunani berusia sembilan puluhan tahun yang tinggal sendiri dalam sebuah bangunan kecil berbau busuk di kota tua Yerusalem. Saya tertarik dengan biarawan kuno yang saya kunjungi beberapa kali. Aku menunggunya keluar rumah yang berudara lebih segar. Bau manusia penghuninya menghalangiku untuk menjelajahi isi bangunan tersebut.

“Suatu hari,” lanjut Ludwig, “saya percaya itu pada kunjungan ketiga, Tek Oteeoos menunjukkan sesuatu yang menakjubkan saya, beberapa artefak kuno yang telah digali di sebuah situs di gunung Tzion, di sekitar bangunan yang dikenal sebagai gereja asli yang didirikan oleh Yakobus, saudara Yesus. Fitur utama dari masing-masing bagian adalah simbol-simbol buatan tangan, baik diukir berupa lekukan ataupun dicat pada permukaannya.

“Tak perlu dikatakan, saya terpesona oleh simbol tersebut dan maknanya yang jelas. Itu jelas bagi saya bahwa Tuhan sendiri telah menunjukkan ke hadapanku sebuah kesaksian kuno yang terlupakan, yang menginformasikan dunia tentang akar sejati Gereja.

“Dalam beberapa kunjungan berikutnya, biarawan tua itu akhirnya memikat saya untuk mengunjungi isi bangunan berbau busuk itu. Untuk pertama kalinya saya melihat koleksi sekitar 30 sampai 40 artefak yang indah dalam beragam potongan, semua mengandung simbol tersebut. Saat aku menatap seluruh harta ini dengan kekaguman besar, tuan rumah memilih dengan cermat delapan dari potongan-potongan yang ia miliki yang mana dalam kunjungan berikutnya, diberikan kepada saya sebagai hadiah. Dengan gembira saya mengambil foto delapan artefak yang telah diberikan kepada saya.

“Tapi hadiah yang lebih besar telah menanti dari sang utusan Tuhan ini.Selama kunjungan berikutnya, setelah ia, seperti biasa, melahap hadiah cokelat dari saya, ia membawa saya ke situs penggalian terdekat di mana ia sendiri telah menggali seluruh koleksinya. Tempat ini khusus adalah mikva Yahudi (kolam pembaptisan) berusia sangat tua yang terletak dekat Makam Raja David.

“Setelah kami memanjat sebuah pagar yang dibangun ala kadarnya, orang tua itu membawaku menyusuri tujuh anak tangga “kosmik” menuju tempat yang digunakan untuk upacara pembaptisan. Kami terus melewati tempat ini, dan memasuki sebuah katakombe yang melanjutkan ke sebuah tempat dengan pencahayaan yang mulai memudar. Tidak lama kemudian, tepat sebelum tikungan pertama, teman biarawan saya yang dermawan itu dengan gembira menunjukkan sebuah hadiah khusus kepada saya pada salah satu dinding, ukiran sempurna dari simbol Messianik Yudaisme.

“Dalam kegembiraan luar biasa, saya bergegas kembali ke pemimpin biara untuk melaporkan menemukan ini. Aku terkejut oleh tanggapan yang saya terima. Mereka menolak saya, menolak untuk menjawab pertanyaan saya tentang “Simbol itu” dan mengunci gerbang Biara, membiarkan saya termangu di luarnya.

“Saya terpukau oleh pentingnya arti penemuan ini, dan maknanya bagi Gereja dan seluruh dunia,” lanjut Ludwig, “dan saya bertekad dengan keyakinan, bahwa saya harus membawa artefak ini untuk meminta perhatian dari Museum Israel, sehingga mereka , pada gilirannya, bisa menyebarluaskan pesan yang luar biasa ini kepada dunia. Jadi, aku menelepon kurator museum dan membuat janji bertemu.

“Kurator museum sangat ramah menanggapi saya. Saya diantar ke kantornya , gambar-gambar dari delapan potongan itu ia diperiksa dengan hati-hati dan dipelajarinya sungguh-sungguh. Kemudian dia mengatakan kepada saya, masalah terus terang bahwa museum telah memiliki artefak lainnya dengan simbol yang sama yang telah diterima dari sumber lain yang tidak bisa ia sebutkan. Kurator itu meyakinkan saya bahwa museum memiliki rencana resmi untuk memamerkan artefak khusus dengan simbol unik ini, dan bahwa mereka akan membuat pengumuman mengenai mereka ke wartawan dalam waktu dekat. Itu terjadi tahun 1990. Dan sejujurnya, saya tidak terkejut bahwa artefak tersebut-sejauh yang saya tahu, tidak pernah muncul ke media. Pejabat Israel, mungkin takut dengan apa yang dunia mungkin berpikir jika kebenaran ini terungkap: gereja mula-mula adalah orang Yahudi, dan orang-orang percaya mula2 dalam Yesus adalah orang2 Yahudi.

“Anda tidak bisa membayangkan rasa frustrasi saya oleh tekanan ini, bahkan lebih lagi, kesedihan saya bertambah2 ketika saya kembali untuk kunjungan berikutnya kepada kawan dermawan saya Tek Oteeoos, sambil menangis, saya baru tahu bahwa ia telah meninggal, dan terlepas dari janji sebelumnya bahwa sisa potongan-potongan itu akan menjadi milikku, tempat tinggalnya telah benar-benar dikosongkan, dan semua harta yang tersisa telah menghilang.

“Meskipun bertahun2 berlalu, saya tidak bisa berhenti memikirkan tentang pentingnya simbol dan kebutuhannya untuk dihadirkan ke dunia. Karena itu, itu pada tahun 1996 saya membuka sebuah toko kecil di kota tua di mana saya menjual barang hadiah wisata tradisional, yang saya menambahkan beberapa produk cinderamata dengan ukiran ilustrasi sederhana simbol kuno itu.

“Dalam beberapa hari, saya diancam oleh Rabbi Ortodoks yang bersikeras bahwa saya harus menghapus simbol ‘jahat, kafir’ itu dari toko saya. Sekarang, meskipun tidak paham arti mendalam dari souvenir yang mereka beli, wisatawan sudah mulai antusias membelinya, bahkan lakunya souvenir2 ini dalam jumlah besar telah menarik perhatian toko pesaing terdekat (beberapa dimiliki oleh Yahudi Ortodoks) untuk memproduksi dan menawarkan , salinan produk unik yang saya jual.

“Namun persaingan yang tidak ramah itu tidak berlangsung lama. Ketika saya menolak untuk menghapus souvenir2 itu dari toko saya, kaum ortodoks berkumpul di luar toko saya dalam jumlah besar dan mulai melempari dengan batu, memecahkan jendela saya: tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Aku akhirnya menyerah, dan menutup toko saya kurang dari setahun setelah dibuka, sambil berpuas diri sedikit karena fakta bahwa toko-toko lain juga segera menghapus produk2 tiruan yang mereka jual. Akhirnya, upaya gabungan dari Museum Israel dan rabi ortodoks, simbol berharga yang menyatakan asal-usul sebenarnya dari Gereja telah lenyap dari pandangan publik.

“Doa sungguh-sungguh saya,” Ludwig menyimpulkan, “adalah bahwa kebenaran tentang asal-usul Yahudi dari Gereja Kristen akan diketahui di seluruh dunia sehingga semua mungkin tahu: Yesus adalah orang Yahudi, gereja mula-mula (abad pertama) di Yerusalem dihadiri secara eksklusif oleh suatu sekte Essene Yahudi yang telah menerima Yesus sebagai Mesias mereka, dan seluruh gereja di dunia saat ini telah dibangun di atas ini landasan Yahudi yang berharga. “

Oleh RES dan RRF (referensi 1)

HEXAGRAM

Dari simbol gereja mula2 di atas, sekilas terlihat keberadaan simbol hexagram yang diklaim sebagai simbol bintang david, yang dijabarkan dalam talmud dan gematria mempunyai makna penting dalam iman Yudaisme. Namun celakanya, hexagram juga dipakai dalam aliran2 mistis yang bertentangan dengan Torah. Telaah simbol Hexagram akan dituliskan dalam artikel tersendiri.

Referensi
1) http://www.olimpublications.com/MessianicSeal.htm
2) http://www.threemacs.org/themes/jewish/answers.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2014 in Arkeologi

 

Filosofi Cinta dan Logika

Pernikahan itu harus pake Logika, tapi kalo cinta gak boleh pake logika;
cinta pake logika adalah Non Sense</p>
cinta itu ditandai antusiasme gejolak di hati, spt yang dialami Adam saat ketemu Hawa. Kalo suka karena karakternya, cantik ato tampan, pelayanan baik, mengasihi tuhan, kaya/harta, itu semua bukan cinta, itu namanya Logika/Realistis

pertama cinta, lalu pake logika utk pernikahan
nikah tanpa logika adl bunuh diri, nikah tanpa cinta berarti terpaksa

orang yang tahap2 bercerai akan lebih mudah rujuk kalo perasaan cinta itu kembali muncul, kalo hanya logika bisa dipastikan sulit sekali,
orang yang tahap2 bercerai akan lebih mudah rujuk kalo perasaan cinta itu kembali muncul, kalo hanya logika bisa dipastikan sulit sekali,
cinta itu membuat kangen, kalo ketemu saja muak, gimana mau rujuk</p>

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2014 in Filsafat

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.